Jumat, 05 Januari 2018

PENDEKAR TROJAN EMAS Chapter 39 GEDUNG AGUNG

PENDEKAR TROJAN EMAS
Chapter 39
GEDUNG AGUNG

Kita tinggalkan Sejenak Orange dan
Kawan-kawanya.
Kita kembali ke masa lalu.
Dimana Pangeran Jambu berhasil
Menyelamatkan Putri Presiden Jati.
Situasi tampak buruk Pak Presiden.
Negri ini sedang dilanda banyak Bencana.
Dan banyak Demonstrasi dimana-mana.
Apalagi diluar Negri Konflik berkepanjangan.
Israel berhasil merebut kembali Yerusalem.
Situasi tampak buruk. Israel mengancam
Untuk meluncurkan bom Nuklirnya.
Kata Pak Mentri Luar Negri dan
Mentri dalam Negri
Yang hari itu membuat laporan kepada Presiden.
Baiklah nanti aku akan berbicara dengan kalian.
Ajudan Panggil Panglima Besar untuk menemuiku. Bilang padanya ini sangat penting.
Siap pak Presiden kata Ajudan.
Dengar Jambu. Aku tidak meremehkanmu
Keberadaanmu di Negaraku ini sangatlah penting. Engkau bisa menunjukan
Langkah-langkah apa yang dapat aku
Lakukan untuk menyelamatkan sebagian
Rakyatku dari bencana besar yang akan
Terjadi di Tahun ini.
Lihat aku sudah memanggil panglima besarku
Untuk mengkordinasikan semua ini sampai
Kepelosok negri.
Saya akan membantu sebisa saya pak
Dengan mengacu pada Kitab Nadi.
Karena di Kitab Nadi semua digambarkan
Dengan cukup jelas. Seperti kekacauan yang
Terjadi sekarang di Yerusalem.
Ayahku baginda Raja Dari Vegetable kingdoom
Berhasil merebut Yerusalem dibawah kekuasaan Kerajaan Matahari dengan menangkap Sang juru Kunci. Tapi lihat apa Yang terjadi di pertarungan itu aku terbunuh.
Tapi Pedang mimpi buruk berhasil menggandakan diriku. Meskipun disana Aku telah mati. Tapi disini aku masih hidup dan
Tersesat dalam putaran waktu.
Sungguh tragis apa yang kualami
Bapak.
Sekar Putri Pak presdien jati. Mendengar
Pangeran jambu bicara sambil terheran-heran.
Apakah dimasamu hidup sangatlah berat jambu...???
Kata sekar.
Masih di ruangan dimana Ada Pak Presiden jati, anaknya Sekar dan beberapa petinggi negara dalam ruangan itu.
Hidup dimasaku adalah hidup diluar logika
Dimasaku manusia seperti kembali dijaman
Batu. Tapi kita Membangun peradaban lebih
Cepat daripada hari ini.
Segala sesuatu menjadi baru dimasa depan.
Segala sesuatu yang belum nampak hari ini.
Dimasa depan segala sesuatu yang tersembunyi menjadi nampak.
Dan tidak ada rahasia lagi di jagad raya ini.
Panjang kalau kuceritakan sekar.
Ajudan mendatangi presiden.
Sambil berkata.
Pak Panglima besar sudah tiba.
Baiklah para mentriku, kamu jambu
Mari kita bicarakan hal ini di ruangan
Khusus kepresidenan. Kita ke
Gedung Agung. Kumpulkan semua
mentri-mentriku. Dan garda-garda.
Di sana.