Senin, 21 Maret 2016

Pendekar Trojan Emas Chapter 17

PENDEKAR TROJAN EMAS

Chapter 17
MEMBENGKOKAN WAKTU

Jantungku berdetak cepat.
Ketika harus memaksaku
Untuk membunuhmu.
Ini dliuar bayanganku.
Ketika Malaikat kematian.
Memberikan nyawamu padaku.
Dan semua kekuasaanmu
Bayangan Pangeran Jambu
Di baris depan pasukan
Yang tersisa.


Hujan pedang...
Meluncurlah beberapa pedang dari atas langit menghujani prajurit iblis api yang menghadang dibaris depan 
Yerusalem.
Habislah beberapa prajurit Iblis api.
Kemudian barisan belakang prajurit itu langsung menyerang.
Pangeran Jambu dan prajurit elit prajurit bayangan berlari maju. Tunjukan kemampuanmu wahai pedang Mimpi Buruk. Kata Pangeran Jambu dengan pedangnya.


Seperti ada Kabut hitam yang menyelimuti Pangeran Jambu kemudian menghilang...
Percikan cahaya putih terlihat saat menghajar prajurit iblis api kemudian rubuh.
Pangeran Jambu betul-betul tidak
Terlihat. Ketika pedang Iblis Api menahan pedang Mimpi buruk. Percikan cahaya putih terlihat kemudian membunuh Prajurit Iblis api itu. Posisi Pangeran Jambu Sangat menguntungkan pedang itu sungguh membuatnya tidak terlihat.
Menembus Partikel-partikel lubang hitam yang membawanya membengkokan waktu.


Seketika itu juga Pangeran Jambu sudah masuk didalam Kota Yerusalem. Meskipun dibelakang Orange, Apple dan Prajurit bayangan 
Dengan mati-matian melawan penyihir dan prajurit iblis Api.
Orange berteriak...
Membuka Segel Iblis...
Memanggil...
Kuda Unicorn...
Munculah cahaya di Langit 
Kemudian turunlah kuda itu.
Ditengah-tengah peperangan.
Sambil meloncat orange diatas kuda itu kemudian duduk diatasnya.
Kata Orange Apple kemarilah
Ikutlah bersamaku. 
Naiklah Apple di kuda itu.
Dengan kencang kuda itu menerobos
Prajurit iblis api dan para penyihir.
Sambil berlari kuda itu mengeluarkan
Petir di tanduknya.
Membuat beberapa Prajurit iblis dan para penyihir Hangus tersambar petir.

Tak lama kemudian Orange dan Apple sudah Masuk di kota Yerusalem yang penuh musuh.
Keadaan yang sulit terbayangkan.
Ketika Orange dan Apple diatas kuda
Dikelilingi banyak musuh.


Pangeran Jambu sudah memasuki Istana didalam kota Yerusalem.
Menimbulkan cahaya putih 
Yang berkelap-kelip pada setiap sudut ruangan yang dijaga ketat
Oleh pasukan Mahoni di yerusalem.
Teriak salah satu prajurit ada penyusup...!!!
Dengan cepat Pangeran Jambu langsung membunuhnya.
Keluarlah para Panglima dan petinggi kerajaan Mahoni yang terhambur.
Kata Panglima tertinggi mahoni
Ambil bubuk gandum dan lemparkan
Kaetas cepat...!!!
Dilemparkanyalah bubuk2 gandum itu. Pangeran Jambu yang tak terlihat kini mulai nampak dengan cahaya buram keputihan dari bubuk itu.
Diluncurkanlah ratusan panah ketika Pangeran Jambu terpojok
Di Aula Kerajaan Yerusalem.


Sambil melepas pedang Mimpi Buruk di genggaman tanganya.
Kemudian terlihatlah Pangeran Jambu. Dimana panah-panah itu meluncur ke arahnya.
Kemudian berkata...
Telah kulewati waktuku
Melihat masa lalu dan masa depan.
Apabila ini jalan terkahir untuk mati
Aku sudah siap.

Sabtu, 19 Maret 2016

Serat Centhini dan Situs Makam Syech Among Raga

SERAT CENTHINI



Serat Centhini  atau juga disebut Suluk Tambanglaras atau Suluk Tambangraras-Amongraga,merupakan salah satu karya sastra terbesar dalam kesusastraan Jawa Baru. Serat Centhini menghimpun segala macam ilmu pengetahuan dan kebudayaan Jawa, agar tak punah dan tetap lestari sepanjang waktu. Serat Centhini disampaikan dalam bentuk tembang, dan penulisannya dikelompokkan menurut jenis lagunya. 
Menurut keterangan R.M.A. Sumahatmaka, seorang kerabat istana Mangkunegaran, Serat Centhini digubah atas kehendak Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom di Surakarta, seorang putra Kanjeng Susuhunan Pakubuwana IV, yaitu yang kemudian akan bertahta sebagai Sunan Pakubuwana V. 

Sangkala Serat Centhini, yang nama lengkapnya adalah Suluk Tambangraras, berbunyi paksa suci sabda ji, atau tahun 1742 tahun Jawa atau tahun 1814 Masehi. Berarti masih dalam masa bertahtanya Sunan Pakubuwana IV, atau enam tahun menjelang dinobatkannya Sunan Pakubuwana V. Menurut catatan tentang naik tahtanya para raja, Pakubuwana
IV mulai bertahta pada tahun 1741 (Jawa), sedangkan Pakubuwana V mulai bertahta pada tahun 1748 (Jawa).
Yang dijadikan sumber dari Serat Centhini adalah kitab Jatiswara, yang bersangkala jati tunggal swara raja, yang menunjukkan angka 1711 (tahun Jawa, berarti masih di zamannya Sunan Pakubuwana III). Tidak diketahui siapa yang mengarang kitab Jatiswara. Bila dianggap pengarangnya adalah R.Ng. Yasadipura I, maka akan terlihat meragukan
karena terdapat banyak selisihnya dengan kitab Rama atau Cemporet.

Tujuan dan pelaku penggubahan
Atas kehendak Sunan Pakubuwana V, gubahan Suluk Tambangraras atau Centhini ini dimanfaatkan untuk menghimpun segala macam pengetahuan lahir dan batin masyarakat Jawa pada masa itu, yang termasuk di dalamnya keyakinan dan penghayatan mereka terhadap agama. Pengerjaan dipimpin langsung oleh Pangeran Adipati Anom, dan
yang mendapatkan tugas membantu mengerjakannya adalah tiga orang pujangga istana, yaitu:
- Raden Ngabehi Ranggasutrasna
- Raden Ngabehi Yasadipura II (sebelumnya bernama Raden Ngabehi Ranggawarsita I)
- Raden Ngabehi Sastradipura
Sebelum dilakukan penggubahan, ketiga pujangga istana mendapat tugas-tugas yang khusus untuk mengumpulkan bahan-bahan pembuatan kitab. Ranggasutrasna bertugas menjelajahi pulau Jawa bagian timur, Yasadipura II bertugas menjelajahi Jawa bagian barat, serta Sastradipura bertugas menunaikan ibadah haji dan menyempurnakan
pengetahuannya tentang agama Islam.

Pengerjaan isi
R. Ng. Ranggasutrasna yang menjelajah pulau Jawa bagian timur telah kembali terlebih dahulu, karenanya ia diperintahkan untuk segera memulai mengarang. Dalam prakata dijelaskan tentang kehendak sang putra mahkota,bersangkala Paksa suci sabda ji.
Setelah Ranggasutrasna menyelesaikan jilid satu, datanglah Yasadipura II dari Jawa bagian barat dan Sastradipura(sekarang juga bernama Kyai Haji Muhammad Ilhar) dari Mekkah. Jilid dua sampai empat dikerjakan bersama-sama
oleh ketiga pujangga istana. Setiap masalah yang berhubungan dengan wilayah barat Jawa, timur Jawa, atau agama Islam, dikerjakan oleh ahlinya masing-masing.
Pangeran Adipati Anom kemudian mengerjakan sendiri jilid lima sampai sepuluh. Penyebab Pangeran Adipati Anom mengerjakan sendiri keenam jilid tersebut diperkirakan karena ia kecewa bahwa pengetahuan tentang masalah senggama kurang jelas ungkapannya, sehingga pengetahuan tentang masalah tersebut dianggap tidak sempurna.
Setelah dianggap cukup, maka Pangeran Adipati Anom menyerahkan kembali pengerjaan dua jilid terakhir (jilid sebelas
dan duabelas) kepada ketiga pujangga istana tadi. Demikianlah akhirnya kitab Suluk Tambangraras atau Centhini tersebut selesai dan jumlah lagu keseluruhannya menjadi 725 lagu.

Ringkasan isi

Serat Centhini atau berjudul resmi Suluk Tambangraras disusun berdasarkan kisah perjalanan putra-putri Sunan Giri setelah dikalahkan oleh Pangeran Pekik dari Surabaya, ipar Sultan Agung dari Kerajaan Mataram.
Diawali dengan kehancuran kekuasaan Giri oleh Mataram, yang digambarkan pada tembang kedelapan; suatu malam hujan berat, Pangeran Surabaya sendirian datang menghadap ke serambi masjid Giri. Pangeran Pekik namanya, dan dia berujar: "Wahai Sunan Giri, dengarkan baik-baik perkataanku. Sultan Agung adalah raja Tanah Jawa. Gusti Jagad di atas jagad, beliau memerintah dengan sangat santun, bijaksana, dan sesuai dengan hukum Allah serta sakti. [...] Bila
kamu benar-benar menginginkan kedamaian dan kemakmuran bagi Kerajaan Giri, bersujudlah kepada Sultan Agung..."

Dari sinilah kisah dimulai. Sunan Giri menolak, perang pecah, Giri takluk dan tiga putranya bernama Jayengresmi, Jayengsari dan Rancangkapti, memilih untuk melakukan perjalanan spiritual. Berpencar meninggalkan tanah mereka untuk melakukan perkelanaan, karena kekuasaan Giri telah dihancurkan oleh Mataram. Mereka adalah Jayengresmi, Jayengraga/Jayengsari, dan seorang putri bernama Ken Rancangkapti.

Jayengresmi, dengan diikuti oleh dua santri bernama Gathak dan Gathuk, melakukan "perjalanan spiritual" ke sekitar keraton Majapahit, Blitar, Gamprang, hutan Lodhaya, Tuban, Bojonegoro, hutan Bagor, Gambirlaya, Gunung Padham, desa Dhandher, Kasanga, Sela, Gubug Merapi, Gunung Prawata, Demak, Gunung Muria, Pekalongan, Gunung Panegaran, Gunung Mandhalawangi, Tanah Pasundan, Bogor, bekas keraton Pajajaran, Gunung Salak, dan kemudian tiba di Karang.
Dalam perjalanan itu, mereka memperolah pengetahuan mengenai adat-istiadat tanah Jawi, syariat para nabi, pengetahuan mengenai wudlu, shalat, pengetahuan dzat Allah, sifat dua puluh, Hadis Markum, hingga perhitungan selamatan orang meninggal dunia, serta perwatakan Kurawa dan Pandawa.
Dalam perjalanan ini, Jayengresmi mengalami "pendewasaan spiritual", karena bertemu dengan sejumlah guru, tokoh- tokoh gaib dalam mitos Jawa kuno, dan sejumlah juru kunci makam-makam keramat di tanah Jawa. Dalam pertemuan dengan tokoh-tokoh itu, dia belajar mengenai segala macam pengetahuan dalam khazanah kebudayaan Jawa, mulai
dari candi, makna suara burung gagak dan prenjak, khasiat burung pelatuk, petunjuk pembuatan kain lurik, pilihan waktu berhubungan seksual, perhitungan tanggal, hingga ke kisah Syekh Siti Jenar. Pengalaman dan peningkatan kebijaksanaannya ini membuatnya kemudian dikenal dengan sebutan Seh (Syekh) Amongraga. Dalam perjalanan
tersebut, Syekh Amongraga berjumpa dengan Ni Ken Tambangraras yang menjadi istrinya, serta pembantunya Ni Centhini, yang juga turut serta mendengarkan wejangan-wejangannya.

Jayengsari dan Rancangkapti diiringi santri bernama Buras, berkelana ke Sidacerma, Pasuruan, Ranu Grati, Banyubiru, kaki Gunung Tengger, Malang, Baung, Singhasari, Sanggariti, Tumpang, Kidhal, Pasrepan, Tasari, Gunung Bromo, Ngadisari, Klakah, Kandhangan, Argopuro, Gunung Raung, Banyuwangi, Pekalongan, Gunung Perau, Dieng, sampai ke Sokayasa di kaki Gunung Bisma Banyumas.
Dalam perjalanan itu mereka berdua mendapatkan pengetahuan mengenai adat-istiadat tanah Jawa, syariat para nabi, kisah Sri Sadana, pengetahuan wudhu, shalat, pengetahuan dzat Allah, sifat dan asma-Nya (sifat dua puluh), Hadist Markum, perhitungan slametan orang meninggal, serta perwatakan Pandawa dan Kurawa.

Setelah melalui perkelanaan yang memakan waktu bertahun-tahun, akhirnya ketiga keturunan Sunan Giri tersebut dapat bertemu kembali dan berkumpul bersama para keluarga dan kawulanya, meskipun hal itu tidak berlangsung terlalu lama karena Syekh Amongraga (Jayengresmi) kemudian melanjutkan perjalanan spiritualnya menuju tingkat yang lebih tinggi lagi, yaitu berpulang dari muka bumi.

Kesemua yang diperoleh itu bisa dicernai lewat 722 tembang. Tentu butuh waktu untuk mencernanya, apa lagi jika masih dalam bahasa aslinya, bahasa Jawa. Ringkasannya berbahasa Indonesia sudah diterbitkan oleh Balai Pustaka
pada 1981. Begitupun 12 jilid pernah diterbitkan oleh Yayasan Centhini, dan tiga jilid pertama diterbitkan lagi oleh Balai Pustaka pada 1991.

Lingkup pengaruh
Karya ini boleh dikatakan sebagai ensiklopedi mengenai "dunia dalam" masyarakat Jawa. Sebagaimana tercermin dalam bait-bait awal, serat ini ditulis memang dengan ambisi sebagai perangkum baboning pangawikan Jawi, induk pengetahuan Jawa. Serat ini meliputi beragam macam hal dalam alam pikiran masyarakat Jawa, seperti persoalan agama, kebatinan, kekebalan, dunia keris, karawitan dan tari, tata cara membangun rumah, pertanian, primbon(horoskop), makanan dan minuman, adat-istiadat,cerita-cerita kuno mengenai Tanah Jawa dan lain-lainnya.

Menurut Ulil Abshar Abdalla, terdapat resistensi terselubung dari masyarakat elitis (priyayi) keraton Jawa di suatu pihak, terhadap pendekatan Islam yang menitik-beratkan pada syariahpesantren dan Walisongo. Melihat jenis-jenis pengetahuan yang dipelajari oleh ketiga putra-putri Giri tersebut, tampak dengan jelas unsur-unsur Islam yang "ortodoks" bercampur-baur dengan mitos-mitos Tanah Jawa. Ajaran Islam mengenai sifat Allah yang dua puluh misalnya, diterima begitu saja tanpa harus membebani para penggubah ini untuk mempertentangkannya dengan mitos-mitos khazanah kebudayaan Jawa. Dua-duanya disandingkan begitu saja secara "sinkretik" seolah antara alam monoteisme-Islam dan paganisme/animisme Jawa tidak terdapat pertentangan yang merisaukan. Penolakan atau resistensi tampil dalam nada yang tidak menonjol dan sama sekali tidak mengesankan adanya "heroisme" dalam mempertahankan kebudayaan Jawa dari penetrasi luar.

Dr. Badri Yatim MA menyatakan bahwa keraton-keraton Jawa Islam yang merupakan penerus dari keraton Majapahit menghadapi tidak saja legitimasi politik, melainkan juga panggilan kultural untuk kontinuitas. Tanpa hal-hal tersebut, keraton-keraton baru itu tidak akan dapat diakui sebagai keraton pusat. Dengan demikian konsep-konsep wahyu kedaton, susuhunan, dan panatagama terus berlanjut menjadi dinamika tersendiri antara tradisi keraton yang sinkretis dan tradisi pesantren yang ortodoks.

Serat Centhini terus menerus dikutip dan dipelajari oleh masyarakat Jawa, Indonesia dan peneliti asing lainnya, sejak masa Ranggawarsita sampai dengan masa modern ini. Kepopulerannya yang terus-menerus berlanjut tersebut membuatnya telah mengalami beberapa kali penerbitan dan memiliki beberapa versi, diantaranya adalah versi keraton Mangkunegaran tersebut.

Kepustakaan

Sunan Pakubuwana VII, yang bertahta dari tahun 1757 sampai 1786, berkenan menghadiahkan Suluk Tambanglaras tersebut kepada pemerintah Belanda. Akan tetapi yang diberikan hanya mengambil dari jilid lima sampai sembilan,dengan menambah kata pengantar baru yang dikerjakan oleh R.Ng. Ranggawarsita III. Kitab tersebut bersangkala Tata resi amulang jalma, yang berarti 1775, dan dijadikan delapan jilid, diberi judul Serat Centhini, yang terdiri dari 280 lagu.

Penerbit PN Balai Pustaka pada tahun 1931 pernah pula menerbitkan ringkasan Serat Centhini, yang dibuat oleh R.M.A. Sumahatmaka, berdasarkan naskah milik Reksapustaka istana Mangkunegaran. Ringkasan tersebut telah dialihaksarakan dan diterjemahkan secara bebas dalam bentuk cerita, yang diharapkan pembuatnya dapat mudah dipahami oleh masyarakat yang lebih luas.

Contoh Bait Serat Centhini

Ada beberapa stigmatis yang berkembang seiring dengan munculnya Serat Centhini, yang oleh beberapa kalangan dituduh hanya mengumbar hawa nafsu dan merupakan cerminan dari watak masyarakat Jawa. Sebenarnya ini hanyalah bagian tertentu, yang menceritakan kehidupan manusia secara utuh. Sama halnya jika kita melihat relief pada kaki candi Borobudur yang mengambarkan kehidupan taraf rendah, yang dipenuhi dengan nafsu belaka. Pada tahapan tertentu akan muncul kejenuhan dan selanjutnya manusia ingin mengetahui tujuan hidupnya dan bertemu dengan penciptanya.
Berikut ini merupakan contoh bait dari Serat Centhini, yang berisi peringatan akan datangnya hari kiamat, beserta tanda- tanda yang menyertainya.

Ki Sali ing Laweyan nglajengaken katrangan bab Jangka Jayabaya, wiwit jaman Kalawisesa ing jaman Pajajaran dumugi jumenengipun turun Sultan Erusakra ing Ngamartalaya ngantos dumuginipun Kiyamat Kobra (kaca 1 - 6). Kasambet katranganipun Ki Atyanta bab Kiyamat Kobra miturut Hadis kanthi pratandha ngalamat warni 40.

Sabibaripun, Mas Cebolang nglajengaken lampah dumugi ing Majasta kapanggih Ki Jayamilasa (jurukunci pasareyan Jaka Bodho putra raja majapait ingkang ngrungkebi agami Islam). Lajeng sami jiyarah ing pasareyan Majasta.

Ing Sapinggiring lepen Dengkeng wonten wit asem ing tengahipun menggik alit. Miturut Ki Jayamilasa wit asem wau ing jaman kinanipun kangge nancang gethekipun Jaka Tingkir. Lajeng kabeberaken babadipun Jaka Tingkir nalika badhe
suwita dhateng Demak, numpak gethek. Lerem ing Majasta, gethek kacancang wit asem ingkang tilasipun taksih katingal pingget alit ing tengah wau (kaca 48 - 55).
Lampahanipun dumugi sendhang Banyubiru ingkang rumiyinipun papan mejang ngelmu raos, sarta sami ningali siti ingkang kaangge Jaka Tingkir anggala maesa. Maesa ngamuk, ingkang saged nyepeng namung Jaka Tingkir. Lajeng sami jiyarah ing astana Banyubiru. Mas Cebolang kapengin kapanggih Seh Hersaranu, dumadakan mireng suwanten

bilih sagedipun kapanggih Seh Hersaranu benjing menawi sampun emah-emah wonten ing Wanataka (kaca 60 - 61). Lampahipun dumugi dhusun Teleng sumerep sendhang Tirtamaya. Miturut kaol, sinten ingkang adus ing sendhang cacah sanga ing laladan ngriku, mangka rampung saderengipun pletheking surya, yekti teguh timbul tuwin yuwana. Lumampah mangetan tumuju dhateng Pacitan.

Ing Girimarta kapanggih Endrasmara, putranipun Ketib Winong ing mataram, ing ngayeng badhe ngaos dhateng
Panaraga kandheg ing Girimarta sesemah Rara Indradi putranipun Kyai Haji Nurgirindra. Endrasmara mila karem ulah asmara, semahipun sakawan sami rukun. Ing dalunipun rerembegan bab gesang lan panggesanganing manungsa tuwin ihtiyaripun.

Nyandhak kawruh tasawuf lan fekih, Endrasmara milih fekih ingkang mupakat kanggenipun tiyang Jawi. Endrasmara medhar bab pratingkahing cumbana tuwin sipat-sipating wanita dalah panggigahing napsu asmara. Kyai Haji Nurgirindra ngawontenaken pengetan Maulud Nabi ngundang Mas Cebolang mirengaken katrangan bab Asma’ulhusna
(Asmaning Allah) tuwin khasiatipun (kaca 76 - 88).
Mas Cebolang dalah para santrinipun dherek Haji Nurgirindra dhateng griyanipun Nyai Wulanjar Demang ing Paricara ingkang ngawontenaken wilujengan pendhak geblagipun Ki Demang. Mas Cebolang ingkang katedha terbangan kanthi beksan, sengaja namur dados pawestri nama Ken Suwadi. Bokmas Demang sakalangkung kapranan dhateng Ken Suwadi, mila katedha nyipeng. Panamuripun Mas Cebolang sakalangkung remit; ing dalu badhar sanyatanipun,
ewadene malah dados pirenanipun Nyai Demang, lajeng posah-pasihan (kaca 89 - 120).

Dumugi dhusun Karang kapanggih Ki Darmayu ingkang ngreksa tumbalipun tanah Jawi. Tumbal wau wonten ing astana
Genthong, ingkang kalangse monten pethak. Tumbal ing salebeting genthong wujud balung sajempol, panjangipun sakilan (kaca 124 - 130)

Kapanggih rombonganipun Brahmana Sidhi saking Hindhustan ingkang badhe nyantuni monten langsening tumbal. Sang Brahmana wawanrembag kaliyan Mas Cebolang, ngandharaken bab gegebenganipun Kabudhan, inggih punika tataning siswa dumugi guru, ajaran gesang tumimbal, tanha, karma, cakramangggilingan, pambirating panandhang, gegayuhan ing dalem kasampurnaning Buddha, ilmu tuwin laku lan sanes-sanesipun (kaca 131 - 146).

Wondene Mas Cebolang ngandharaken isinipun Serat Rama bab kautamenipun Wibisana tuwin Kumbakarna. Sang Brahmana nyariosaken lalampahanipun Sultan Abdulkarim Kubra ingkang nyikara tiyang mlarat, wasana Sultan sirna dalah sadaya abdinipun jalaran sami boten purun nilar Sang Prabu ingkang nandhang dosa, kadosdene pakartinipun sang Wibisana ( kaca 149 - 151). Mas Cebolang nyariosaken piwulangipun Sri Rama sasampunipun kundur dhateng Ayodya inggih punika bab lepasing jiwa ingkang patitis (kaca 152 - 154).

Sabibaripun punika, Mas Cebolang dalah santrinipun nglajengaken lampah, nyabrang lepen sumerep sawatawis wanita sami gegujengan angujiwat. Dumugi dhusun Selaung kapanggih Patinggi Ki Nursubadya sarta lajeng sipeng ing
griyanipun. Ingkang ngladosi tamu sadaya tiyang estri jalaran ing Selaung tiyang jaler sami ngumbara dados warok,
remen gegemblakan, tebih dhateng tiyang estri, pangangge lan tingkahipun nelakaken sarwi sesongaran, ngendelaken dhug-dhengipun.

Referensi
- Wikipedia Indonesia
- Sumahatmaka, R.M.A, Ringkasan Centini (Suluk Tambanglaras), PN Balai Pustaka, Cetakan pertama, 1981.
- Yatim, Dr. Badri, MA, Sejarah Peradaban Islam, PT Raja Grafindo Persada, Ed. 1, Cet. 12, 2001
- ::H Karkono K Partokusumo::
disadur dari http://opensource.opencrack.or.id/ 






KISAH SAYA

Sebagai warga Jogja sayapun mulai mencari situs syech Among rogo tersebut. yang berkaitan dengan Jayeng rana dan Jayeng Resmi. Di tempat lahir saya di Yogyakarta. Sewaktu saya kecil mbah Kakong saya selalu menceritakan makam dibelakang rumah yang kami tinggali. Menceritakan beberapa kisah tentang Jayeng rana. Sebuah makam Tua dengan ukiran batu dengan gambar orang berdiri diatas sapi. Mbah selau mengatakan hati-hati kalau main di makam mbah Jayeng begitu kata Mbah. Karena lokasi makam memang berdekatan dengan rumah waktu itu di usia saya 10th di tahun 1982 kelahiran saya. Saya tidak cukup mengerti tentang hal itu karena mungkin usia saya yang masih kecil. Sebuah cerita yang masih saya ingat sampai sekarang bahwa mbah Kakong saya pernah bercerita tentang mbah Jayeng. Kalau beliau itu Mbah Jayeng pernah bertarung dengan seorang Panembahan dan dikubur hidup-hidup tapi tubuh dan nyawanya moksa hilang entah kemana. Setelah saya membaca artikel di google tentang Serat centhini saya langsung ingat apa kata Mbah saya dulu. Selain Mbah jayeng yang mbah ceritakan sama saya. Mbah juga menceritakan leluhur saya yang dimakamkan satu areal dengan Jayeng Rana atau Syech Among Raga. Yaitu makam Kyai Macan Wulung dan ada makam seorang Putri disitu yang saya lupa namanya. Mbah selalu bilang kalau saya mau pergi jauh atau merantau tengok dulu makamnya dan berdoa begitu kata mbah kala itu. Mbah Kakong saya bernama Mbah Harto. Kisah Hidup beliaupun cukup suram. Dari jaman Voc smpai ke pahlawan peta mbah berjuang. Sampai kembalinya jepang berkuasa. Mbah tetap berjuang untuk indonesia meskipun ketika beliau meninggal dimakamkan secara biasa tanpa militer. Ada satu crita kala itu waktu masuknya jepang kejogja. Dulu keluarga kita semua mau dibunuh sama Jepang tapi karena mbah jago berbahasa jepang akhirnya mbah dibebaskan dari pembunuhan. Mbah sangat pandai berbicara jepang dan Belanda selain bahasa Jawa Krama Inggilnya yang jago. Saya sebagai cucunya merasa bangga dengan cerita yang mbah sampaikan sama saya kala itu. Kembali ke fokus awal tentang situs makam syech Among rogo. Lokasinya ada ditengah kota jogja tempat dimana saya tinggal buat yang ingin ziarah alngkah senangnya saya bisa memandu. Kurang dan lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima Kasih
fast Respon:
whatsapp/bbm/call
* 087841491999
* 082345623499
pin BB: 5774c0fd










Kayu Langka Dan Sunan Gunung Jati

Format Sunan Gunung Jati sudah jd dan siap beredar ke pelanggan setia yang sudah beberapa tahun ini menemani Serpihan Serbuk Jiwa Jupiter Art Yogyakarta. Produk Disuport oleh Warhole Confection. Dengan bahan katun Combat 30s bahan kain yang dingin dipakai terasa gak pakai baju.
Terima Kasih Pakde Mirza Alfiery Master Sanctuary Dunia Online.
Tuk Suportnya.

Contact person
* 087841491999
* 082345623499
Pin BB: 5774c0fd
Atau bisa kunjungi stand galeri kami
Di Piramid. Jln. Parangtritis km: 5
Yogyakarta









Kayu Langka Dengan Balutan Perak Kotagede

Aneka mata cincin kayu langka dengan balutan perak ukir timbul Lambang kraton Jogja atau HOBO.
Inovasi dari berbagai mata cincin kayu langka Khas Jogja dengan Balutan perak kotagede kadar 925.
masih di Serpihan Serbuk Jiwa (Jupiter Art Yogyakarta). 
dengan beragam kayu langka seperti
* Chakra Geni
* Kayu Wewe
* Kayu Drini
* Kayu Sokotemanten
* Galih Kelor dan lain sebagainya.

seperti Contoh dalam Gambar oleh pelanggan setia kami
* Kayu Chakra Geni
* Kayu Tlogosari 
* Kayu Sekar Jagad



Buat yang berminat fast respon ke
whatsapp/bbm/call
*087841491999
*082345623499
pin BB: 5774c0fd
atau bisa kunjungi Stand Galeri kami di Piramid
jl. Parangtritis km: 5 Yogyakarta





Buat yang berminat fast respon ke
whatsapp/bbm/call
*087841491999
*082345623499
pin BB: 5774c0fd
atau bisa kunjungi Stand Galeri kami di Piramid
jl. Parangtritis km: 5 Yogyakarta.

Ion Perak Sebagai Suplemen




Salah satu hasil olahan dari perak adalah ion perak,yang dijadikan air, \sehingga dapat dikonsumsi.
 Ion perak ini saat ini sudah mulai banyak dikonsumsi 


oleh masyarakat luas, karena memilki banyak sekali manfaat kesehatan. 
Berikut ini adalah beberapa kegunaan dari olahan perak ini :

1. Dapat membantu melancarkan proses pencernaan – Ion perak ini dapat membantu
\ melancarkan proses pencernaan pada tubuh anda. Hal ini dapat membuat anda terhindar
 dari gejala-gejala gangguan pencernaan, seperti diare, sakit perut, wasir,
 dan sulit buang air besar.
2. Menangkal radikal bebas – Manfaat perak bagi kesehatan yang diolah 
 sangat baik untuk menangkal radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan 
berbagai macam penyakit, seperti kanker, dan juga dapat mencegah
 penuaan dini dan meningkatkan daya tahan tubuh.
3. Mengaktifkan kembali sel tubuh yang mengalami kerusakan – Manfaat lainnya
 dari ion perak adalah dapar membantu untuk mmengaktifkan
 kembali sel-sel tubuh yang mengalami kerusakan
4. Meregenerasi sel tubuh – Selain mengaktifkan sel tubuh
 yang mengalami kerusakan, ion perak juga dapat
 membantu untuk meregenerasi sel-sel tubuh.
5. Dapat mencegah infeksi dan membantu penyembuhan luka – Ion perak
 dapat membantu tubuh dalam mempercepat penyembuhan luka, dan juga 
dapat membantu mencegah munculnya infeksi pada bagian tubuh yang terluka.
6. Mencegah penyakit seperti pilek, flu dan batuk – Penyakit-penyakit ringan
 yang sering muncul, seperti flu, batuk, dan gangguan kesehatan lainnya
 juga bisa dicegah dengan menggunakan ion perak ini.
Nah, itulah beberapa manfaat dari perak bagi kehidupan kita. 
Semoga artikel mengenai manfaat dari perak ini dapat menambah wawasan anda.

Selasa, 01 Maret 2016

Pendekar Trojan Emas Chapter 16

PENDEKAR TROJAN EMAS


Chapter 16
DIBALIK KABUT TEBAL
DI REDUP SANG SINAR



Suara dentuman peperangan
Di tepi kota Yerusalem Sangatlah
Sengit. Para penyihir Yerusalem
Dibawah naungan penyihir
Tanpa nama pemegang kunci
Gigih bertarung.
Hujan Salju mulai mereda.
Gurun berpasir itu kini
Menjadi lapangan es berwarna
Merah penuh darah. 



Teriak Apple...
Mengeluarkan Jurus-jurus
Andalanya.
Senapan Raja keji.
Tusukan senapan.
Serangan tanah...
Teriak Apple sambil merubuhkan
Prajurit-prajurit Yerusalem.
Dengan Tombak Gigi Retaknya.
Dibelakang Mawar dengan Busur
Bintangnya mengeluarkan jurus
Andalanya...
Hujan Api
Busur raja tengkorak...
Merobohkan beberapa penyihir.
Dengan panahnya.
Dari kejauhan...
Panglima besar Randu.
Melihatnya.
Kemudian berkatalah beliau.
Prajurit ambilkan Pisau Suciku...
Aku ingin maju bertarung...
Siapkan prajurit yang tersisa..
Baik tuanku Panglima.



Maju dan tampilah Panglima randu
Dimedan perang.
Dengan beberapa ratus prajurit
Yang tersisa.
Kata panglima randu disamping Apple.
Senang bisa bertarung disampingmu saat ini Apple...
Kata Apple...
Begitu juga denganku Panglima randu...



Dari kejauhan pemimpin penyihir
Besar yerusalem berjuluk
Pemegang kunci mulai merapal
Mantra...
Diarahkan kedua tanganya ke langit.
Kemudian...
Cahaya merah bersinar kemudian
Membentuk bola api dilangit.
Keluarlah ratusan Prajurit
Iblis Api dari kerajaan matahari.



Jatuhlah mreka diatas tanah bersalju
Menimbulkan bunyi yang keras dan keretakan es di tanah.
Dengan membabi buta mereka menyerang. Dengan sangat ganas...
Garda depan prajurit Panglima randu habis terbunuh...

Panglima randu berkata...
Mundurkan pasukan yang tersisa Apple...
Tapi panglima biarlah aku menemanimu.
Mawar... Teriak apple...
Bawa mundur pasukan yang tersisa.
Siap jendral kata mawar.
Berlarilah Mawar dan ratusan prajurit
Yang tersisa mundur kebelakang.
Apa yang terjadi sungguh tidak disangka-sangka...
Prajurit iblis api menyerang dari arah depan dan belakang.
Jumlahnya cukup banyak ribuan.
Teriak mawar...
Kita terjebak Jendral...
Kata Apple kepada panglima randu
Bagaiamana ini panglima besar.
Kita terjebak.
Dengar kataku Apple
Ratusan peperangan yang kujalani
Demi Vegetable Kingdoom
Aku pantang mundur.
Truslah bertarung sampai
Ajal yang memutuskan...

Baik Panglima. Teriak Apple sambil
Mengeluarkan jurus.
Serangan tombak gigi Api retak...
Serangan itu langsung merobohkan
Prajurit iblis Api.
Cuma jurus itu yg bisa menyentuh
Sekaligus membunuh prajurit iblis
Api...


Kemudian panglima randu
Mengeluarkan jurus pisau sucinya
Yang paling legendaris.
Berhasil mencabik-cabik
Prajurit api yang semakin banyak.
Dari kejauhan mawar masih mengeluarkan jurus Busur Raja tengkoraknya...
Sampai lelah, letih dan capekpun tak dirasa.
Lalu tiba-tiba...
Dari belakang mawar muncullah..
Prajurit iblis api
Dengan pedang menusuknya dari belakang.
Arggggggghhhhhhhhh...
Triak mawar.
Mawar kata Apple...
Sambil membunuh prajurit api
Yang menusuk mawar dari belakang.
Mawar...
Berlarilah juga Panglima randu mengikuti...
Bagaimana keadaanya jendral
Sudah meninggal panglima...


Awas Apple....!!!
dari samping kiri Apple prajurit Api muncul kemudian
Ditahanyalah dengan pisau suci sampai pisau itu patah kemudian
Dengan cepat prajurit api dari belakang memotong tangan kanan panglima randu kemudian robohlah dia. Panglima teriak Apple.
Sambil melawan prajurit Api
Dengan tombak gigi retaknya...
Gumam dalam hati Apple...
Mungkin disinilah akhir hidupku..
Sambil menangkis beberapa pukulan pedang dengan tombaknya
Apple menahan 3 serangan.



Dibalik kabut tebal es sehabis hujan
Salju di Yerusalem.
Diwaktu sore yang dingin.
Dibalik cakrawala.
Di redup Sang Sinar...
Bertieriaklah orang dibalik Kabut itu..



Membuka Segel Iblis...
Memanggil Ifrit...
Cahaya dilangit pun menjadi terang
Benderang.
Tercenganglah prajurit api yang sementara menghajar Apple kemudian Apple menahanya dengan tombaknya.
Dari cahaya itu muncullah ifrit.
Dengan kedua tangan dan kakinya
Dirantai.
Mengeluarkan bola Api besar yang sangat panas dari mulutnya...
Kagetlah Apple kemudian melepas pertahanan tombaknya terguling
Kebelakang.
Hanguslah beberapa prajurit Api menjadi abu.

Terdengarlah orang berlari
Menghampiri Apple...
Dan membawa panglima randu.
Dialah Orange.
Kenapa kamu terlambat orange...
Maaf Apple..
Kemudian Pangeran Jambu
Mengeluarkan jurus Hujan pedang
Sambil dibantu oleh prajurit bayangan.

Pendekar Trojan Emas Chapter 15

PENDEKAR TROJAN EMAS


Chapter 15
YERUSALEM BERSALJU
Dan BUSUR BINTANG.



Apple dan beberapa pasukan masih
Berjaga-jaga setelah penyerangan Satu prajurit iblis api yang
Mempora-porandakan gudang senjata.
Datanglah seseorang menghamiri
Apple. Katanya.
Jendral Apple malam ini tak seperti
Malam biasanya. Hawa diluar sangat terasa dingin.



Iya prajurit ini tidak seperti bayanganku. Kata Apple.

Siapa namamu.
Dan prajurit itupun menjawab.
Aku Mawar Jendral.
Maafkan aku seorang perempuan
Ikut berperang
Apa kamu seorang perempuan.
Heran Apple mendengarnya.
Aku kira kamu seorang laki-laki.
Bukan jendral aku seorang perempuan. Tolong jangan sampai prajurit yg lain tau jendral.

Apa yang membuatmu ingin ikut berperang Mawar.
Ceritanya panjang Jendral apple aku masih blom ingin membicarakan hal itu.


Tiba-tiba ketika mawar dan Apple sedang asik berbicara.
Berbunyilah dentuman yang sangat keras...
Sebuah roket meledak tepat di barisan depan prajurit Vegetable kingdom dan menewaskan beberapa prajurit.
Berlarilah keluar Apple dan Mawar.
Kemudian Disusunlah Panglima besar Randu.
Apple kata panglima.
Iya tuan...
Susun barisan kita menyerang pagi ini juga.
Siap panglima.

Kemudian langitpun seperti terang
Diatas sana. Ribuan panah api berbahan peledak meluncur sangat indah seperti bintang yang jatuh.
Sial mereka sudah menyerang cepatlah berlindung kata Panglima randu.
Ledakanpun terjadi dimana-mana.
Bunyikan terompet mawar cepat.
Kata Apple. Situasi sudah tidak
Terkendali.



Mawarpun membunyikan terompet apple menyusun barisan pasukan.
Kata Apple di hadapan ribuan prajurit.
Hari ini...
Ketika pagi datang.
Kita akan berjuang sampai
Nyawa kita terenggut untuk
Vegetable kingdom.
Ketika sibuk Apple memberi semangat kepada prajurit.
Turunlah hujan salju.
Hujan salju yang sangat lebat.
Pagi itu seperti malam yang dingin.
Dengan senjata yang terbatas.
Merekapun akhirnya maju menyerang.
Siap pasukan maju.
Kata Apple...
Perangpun tak dapat dihindari.



Kerajaan Mahoni membentuk blokade. Para penyihirpun dipersiapkan. Kali ini penyihir yerusalem maju menyerang.
Merekapun merapal mantra.
Hujan meteor....
Bayangkan Langit yg bersalju lalu munculah ribuan
Meteor dilangit menhujani pasukan
Prajurit vegetable kingdom
Itu pemandangan yang sangat miris.

Berlindung kata Apple.
Mawar siapkan pasukan panah.
Siap jendral.
Mawar dan beberapa pasukan Panah
Menyusun barisan dan menembakan
Bebrapa anak panah kemusuh.
Mawar mengeluarkan panah
Dan menembakan beberapa
Anak panah ke musuh.



Anak panah yang diluncurkan
Mawar ketika jatuh ketanah
Anak panah itu berubah menajadi
Prajurit tengkorak dengan
2 pedang. Dan seperti yang terlihat.
Tengkorak itu mengamuk
Dan membunuh beberapa
Penyihir yerusalem.

Gila panahmu mawar.
Panah apa itu kepunyaanmu.
Ini Busur bintang pemberian
Ayahku Jendral.

MEMASUKI MALAM

Di kedalaman hati
Di tutupi kabut jiwa.
Semilir angin meredup
Dibawahnya kereta senja
Meluncur menuju kegelapan.
Hening sunyi fikirku.
Ketika cahaya lilin
Mulai dinyalakan.
Semua topeng kehidupan
Terbuka menguak kiblat
Kebenaran.
Ringankan bebanku
Memasuki malam
Ketika kenyataan membungkam
semua mulut yang bicara.
Itulah titik balikku
Bangkit dalam nestapa
Bangkit dari keterpurukan
Ketika orang sibuk meludahiku
Ketika orang sibuk menhinjak
Injakku dan melemparku
dengan kotoran.
Itulah semangatku
Itulah amarahku
Yang Tersembunyi
terbalut di hati
Lalu...
Datanglah malaikat
Menyapaku mengusap kepalaku
Memberiku sebuah makanan.
Sambil berkata.
Berikan aku seribu jiwa
Yang memihakku untuk
Melawan Sang Maha Kuasa.

KAYU LANGKA DAN PROSES PENGERJAAN

Proses pengerjaan mata cincin kayu langka gak sampai 10 menit langsung jadi. Dan langsung meluncur kepecintanya. Hari ini juga.
Galih awar2, galih Wewe dan Kayu Arjuna lanang jagad
Minat yang sama langsung saja ke
Whatsapp/bbm/call
* 087841491999
Pin BB: 5774c0fd
Atau bisa datang langsung ke
Stand galeri Serpihan Serbuk Jiwa jupiter Art Yogyakarta Di Piramid
Jln. Parangtritis km: 5
Yogyakarta.
Salam satu Jiwa 










Proyek pembuatan Tongkat komando isi tombak dr kayu galih kelor gandul sudah jd. Siap diluncurkan...
Minat yg sama bs langsung ke
Whatsapp/bbm/call
* 087841491999
Pin BB: 5774c0fd.











Sandang Walikat dari kayu Walik Angin udah jadi siap dikirim ke pemesan yang udah inden selama 1minggu.
Minat yg sama silahkan.
Langsung saja ke
Whatsapp/bbm/call
* 087841491999
Pin BB: 5774c0fd
Atau bisa kunjungi stan galeri kami
Di Piramid.
Jln. Parangtritis km:5
Yogyakarta.







Kami juga membuat aneka Keris kayu pedang kayu dan aneka senjata daerah dengan balutan full kayu langka. Buat yang berminat bisa hubungi no diatas. Terima Kasih










Bentuk Keris Sandang Walikat dan Bolpen isi tombak mini dr kayu Jamus Khalimasadha origin merapi.
Siap meluncur kepecintanya.
Pecinta keris dengan balutan
Kayu Langka.
Minat yang sama
Langsung saja ke
Whatsapp/bbm/call
* 087841491999
Pin BB: 5774c0fd.
Atau bisa langsung kunjungi stand
Galeri Serpihan Serbuk Jiwa jupiter art Yogyakarta.
Di Piramid
Jln. Parangtritis km: 5
Yogyakarta.