Kamis, 25 Agustus 2016

Sunan Geseng

HATINYA TEGUH DENGAN MENTAATI PERINTAH SANG GURU, SUNAN KALIJAGA. SAAT  ITULAH KALBUNYA MENERIMA HIDAYAH.
Udara semilir bertiup, daun-daun bergerak, mentari belum sempurna menghadirkan cahaya bagi bumi yang baru saja diselimuti malam. Di sebuah rumah sederhana, seorang laki-laki siap dengan sebatang bumbung bambu. Setiap hari Ki Cakrajaya, lelaki itu, mencari air nira kedalam hutan untuk membuat gula, untuk menghidupi keluarganya.
Setelah pamit pada istrinya, ia berjalan mantap menuju hutan, sebagai pengerajin nira yang berpengalaman, ia tahu batang enau mana yang pagi itu bisa memenuhi bumbung bambunya dengan cepat. Setelah menyelidik dengan pengamatan yang tajam, ia menetapkan sebatang pohon untuk disadap. Bak seekor Bajing secepat kilat ia memanjat pohon enau itu sampai kepuncaknya. Ia lalu memasang bumbung bambu untuk menampung tetes demi tetes air nira. Sementara bumbung yang telah ia pasang sehari sebelumnya ia bawa pulang.
Sejurus kemudian orang desa yang lugu ini beristirahat sejenak, dari mulutnya meluncur tembang-tembang syahdu melagukan keasrian alam yang indah. Setelah penat hilang, ia pun beranjak pulang, siap mengolah air nira menjadi gula. Begitulah hari-hari dilaluinya: menyadap nira, membuat gula, dan nembang. Bila malam tiba, dengan hening ia melewatkan waktunya dengan tembang-tembangnya yang merdu.
Suatu hari kemerduan suara Ki Cakrajaya terdengar oleh Sunan Kalijaga. Sang Sunan sangat tertarik mendengar tembang yang dibawakan dengan penuh penghayatan itu. Sunan Kalijaga lalu menghampiri Ki Cakrajaya, mengajaknya berkenalan dan berbincang. Kebetulan Sunan Kalijaga sendiri adalah seniman ulung yang juga jago nembang. Klop sudah!, di akhir pertemuan Sunan Kalijaga menghadiahkan sebuah tembang yang berisi ajaran dan kebijaksanaan islam kepada Ki Cakrajaya.
Maka Ki Cakrajaya pun mempelajari tembang yang dihadiahkan kepadanya. Kalbu Ki Cakrajaya tergetar ketika menembangkan karya Sunan Kalijaga yang sarat dengan hikmah islam yang belum pernah di kenalnya itu. Begitulah, Ki Cakrajaya langsung jatuh cinta pada tembang istimewa itu. Iapun setiap hari melantunkan  bait-bait tembang itu dengan syahdu.

Mendapat Hidayah

Karena sudah terbiasa melagukan tembang yang sarat dengan hikmah kebijaksanaan islam itu, lama kelamaan terbukalah hati Ki Cakrajaya. Setiap kali nembang ia merasakan ketenangan batin yang tiada tara. Seiring dengan itu hatinya pun mulai diliputi keinginan mencari tahu asal muasal hikmah yang terkandung dalam syair tembang itu.
Suatu ketika saat tengah menembang sambil mengolah gula, ia mengalami sebuah kejadian ajaib, tiba-tiba semua gula yang ia olah merubah menjadi emas. Tak percaya pada penglihatannya, Ki Cakrajaya terperanjat setengah mati. Tak ayal dalam sekejap ia pun menjadi kaya raya, hidupnya berlimpah kesenangan, tapi hal itu membuat jiwanya gelisah. ia semakin penesaran untuk segera bertemu dengan Sunan Kalijaga.
Ia ingin memperoleh jawaban atas kegelisahan hatinya, juga jawaban perkara berubahnya gula menjadi emas. Keinginan itu semakin kuat. Ia lalu memutuskan mencari Sunan Kalijaga sampai ketemu. Sekalipun tak tahu keberadaan Sunan Kalijaga, ia tetap saja berangkat, tekadnya sudah bulat tak terbendung harus bertemu dengan sang Sunan.
Ia menyusuri kampung demi kampung, keluar masuk hutan demi hutan. Pada suatu hari yang cerah, disebuah hutan yang sangat lebat dan teduh, ia bertemu dengan Sunan Kalijaga. Maka segeralah ia menghambur ke hadapan sanag wali dari dusun Kadilangu Indramayu itu (Mengislamkan Tanah Jawa, Drs. Widji Saksono, IAIN Sunan Kalajogo, Yogjakarta), hamba telah mencari kanjeng Sunan sejak lama, mohon kiranya sudilah Kanjeng Sunan mengambil hamba sebagai santri, apapun syarat yang harus hamba lakukan. Katanya terbata-bata di hadapan Sunan Kalijaga
Sunan Kalijaga tertegun, tapi ia ingin menguji keteguhan dan kesungguhan hati Ki Cakrajaya. “Aku bersedia menerima kamu  sebagai santri, sebagai muridku, tapi kamu harus menunggu aku sambil sujud di batu hitam itu,” ujar Sunan Kalijaga sambil menunjuk sebongkah batu hitam yang menyembul di tengah alang-alang yang lebat. “Kamu tidak boleh bangun dari sujudmu sampai aku datang kembali,” ujar Sunan Kalijaga.
HATI KI CAKRAJAYA YANG SUDAH MANTAP INGIN MENGGALI AJARAN HIKMAH KEBIJAKSANAAN DARI SUNAN KALIJAGA, MENYANGGUPI SYARAT YANG SANGAT BERAT ITU, “JIKA ITU SUDAH MENJADI KETENTUAN KANJENG SUNAN, HAMBA BERSEDIA MELAKUKANNYA,” SAHUTNYA PASTI.. SAAT ITU PULA, KI CAKRAJAYA SUJUD DI ATAS BATU HITAM ITU, DAN SUNAN KALIJAGA PUN BERANJAK PERGI MENINGGALKAN MURIDNYA SEORANG DIRI.

Ilalang Dibakar

Hari berganti minggu, Minggu beranjak berganti bulan, dan Ki Cakrajaya tetap bersujud di tengah alang-alang. Panas terik matahari, hujan badai dan suhu dingin tak dihiraukannya! Semua cobaan ia hadapi dengan hati yang tak tergoyahkan. Baju yang dikenakannya pun mulai coklat kehitam-hitaman di timpa panas dan hujan. Bahkan sampai berbulan-bulan ia tak makan dan tidak minum.
Bulan demi bulan telah lewat, ilalang disekitar batu hitam besar yang mulai lumutan itu sudah tumbuh, bahkan sudah nayris menutupi batu. Saat itu tiba-tiba Sunan Kalijaga yang telah lama berkelana, teringat kepada calon muridnya yang telah lama ia tinggalkan. Maka ia pun kembali ke hutan tempat ia dulu memerintahkan Ki Cakrajaya bersujud. Tapi Sunan tak menemukannya karena keadaan telah banyak berubah. Ia mencari kesana-kemari, dibantu beberapa muridnya yang lain. Karena tak kunjung menemukan yang dicari, sunan pun memerintahkan membakar ilalang yang lebat di hutan itu untuk memudahkan pencarian. Maka dibakarlah ilalang yang lebat itu oleh murid-murid Sunan Kalijaga. Api membubung tinggi, dan ilalang pun musnah.
Setelah api reda, dan lembah yang semula penuh dengan ilalang itu  terang benderang dan tampaklah batu hitam tempat Ki Cakrajaya bersujud sekalipun api membakar ilalang di sekelilingnya. Tapi, ajaib tubuh Ki Cakrajaya tak terbakar sedikitpun, hanya beberapa bagian bajunya yang terbakar.
Betapa terharunya Sunan Kalijaga menyaksikan kesetiaan dan kekuatan hati Ki Cakrajaya.”Bangunlah, Cakrajaya,, muridku,” ujar Sunan dengan suara bergetar. Maka Ki Cakrajaya bangun, lalu memberi hormat kepada sang wali yang memiliki karomah tinggi itu. Hatinya berbunga-bunga karena merasa hikmah kebijaksanaan islam telah merasuk ke dalam jiwanya.
Demikianlah, kisah yang termaktub dalam Babat Tanah Jawi Galuh Mataram, yang berakhir dengan diterimanya Ki Cakrajaya sebagai murid Sunan Kalijaga. Peristiwa luar biasa sebagai cermin tekad hati yang sangat teguh itu menjadi legenda yang melatar belakangi julukan bagi Ki Cakrajaya yaitu Sunan Geseng, seorang Sunan yang hangus oleh tekad yang membara. Geseng (jawa), artinya hangus. Sayang tidak banyak data tentang asal usul Sunan Geseng.
Beberapa babat dalam khasanah sastra jawa, mengisahkan, setelah belajar kepada Sunan Kalijaga ia ditugasi berdakwah dan menjadi imam di daerah Lowanu, Purworejo, Jawa Tengah. Beberapa waktu tinggal di Lowanu, kemudian ia menetap di Jolosytro, Bantul, Yogjakarta sampai akhir hayatnya. Sampai kini makam Sunan Geseng masih sering diziarahi banyak orang.

Nelayan dan Jin

Suatu hari ada seorang nelayan, yang terbiasa melaut sendirian, menemukan sebuah botol kuningan dalam jalanya. Sumbat botol itu terbuat dari timah. 

Meskipun bentuknya agak berbeda dari botol lain yang lazim dilihatnya, nelayan itu berpikir kalau-kalau botol tersebut berisi sesuatu yang berharga. Lagipula, hari itu tangkapannya jelek, paling tidak ia bisa menjual botol kuningan itu kepada pedagang kuningan.

Botol itu tidak begitu besar. Pada lehernya, tergores simbol aneh, Meterai Sulaiman, Raja dan Guru. Di dalam botol itu terperangkap suatu jin yang menakutkan, dan Sulaiman sendiri telah membuangnya ke laut agar manusia terlindung dari roh itu sampai saatnya tiba ketika tampil seseorang yang bisa mengendalikannya, menempatkan jin itu pada tugasnya sebagaimana semestinya, yaitu melayani manusia.

Tetapi, nelayan itu tak mengetahui hal tersebut. Yang ia tahu adalah bahwa botol itu bisa ia selidiki, dan mungkin akan mendatangkan keuntungan bagi dirinya. Lupa akan petuah, 'Manusia hanya bisa mempergunakan sesuatu yang ia ketahui penggunaannya,' nelayan itu menarik sumbat timahnya.

Ia menelungkupkan botol itu, namun tampaknya kosong. Lalu, ia meletakkan dan memandangi botol itu. Kemudian, terlihat suatu gumpalan asap tipis, yang semakin pekat, membumbung naik dan membentuk hantu raksasa dan seram, yang berseru dengan nyaring, "Aku Pemimpin Bangsa Jin yang mengetahui rahasia peristiwa-peristiwa gaib. Aku memberontak terhadap Sulaiman; dan ia mengurungku dalam botol laknat ini. Nah, sekarang kau akan kubunuh!"

Nelayan itu ketakutan dan tersungkur di pasir sambil menangis, "Akan kau bunuh jugakah orang yang membebaskanmu?"

"Tentu saja," kata jin itu, "Sebab berontak adalah sifatku, dan merusak adalah keahlianku, meskipun kurungan itu telah menahanku ribuan tahun lamanya."

Sekarang, nelayan itu menyadari bahwa, alih-alih mendapat keuntungan dari tangkapan tak disangka itu, ia akan binasa begitu saja tanpa alasan yang bisa dimaklumi. Ia memandangi meterai pada sumpal botol itu, dan mendadak terpikir olehnya suatu ide. "Kau tak mungkin muncul dari botol itu, botol itu terlalu kecil," katanya.

"Apa! Kau meragukan ucapan Pemimpin Para Jin?" teriak bayangan itu. Dan, jin itu pun mengubah dirinya menjadi gumpalan asap dan ia masuk kembali ke dalam botol itu. Nelayan itu mengambil sumbat tadi dan memeteraikannya pada botol itu. Kemudian, botol itu ia lemparkan jauh-jauh, ke kedalam lautan.

Berpuluh-puluh tahun lewat, sampai suatu hari nelayan lain, yaitu cucu nelayan pertama tadi, melabuhkan jalanya di tempat yang sama, dan mendapati botol itu. Ia menaruh botol itu di pasir. Ketika baru saja hendak membukanya, ia teringat akan nasihat ayahnya, yang diturunkan dari kakeknya. Bunyi nasihat itu: 'Manusia hanya bisa mempergunakan sesuatu yang ia ketahui penggunaannya'.

Dan tepat pada saat itu, karena guncangan pada penjara logam itu, si jin terbangun dari tidurnya, dan berseru, "Hai putra Adam, siapa pun kau, buka sumbat botol ini dan bebaskan aku! Sebab Akulah Pemimpin Bangsa Jin yang mengetahui rahasia peristiwa gaib." 

Karena mengingat pesan leluhurnya, nelayan muda itu pun meletakkan botol itu dengan hati-hati di dalam sebuah gua. Lalu, ia mendaki bukit karang yang terjal di dekat situ, mencari pondok seorang bijaksana. 

Ia pun menceritakan semuanya kepada orang bijaksana itu, yang berkata, "Pesan leluhurmu itu benar adanya kau harus melakukannya sendiri, tetapi terlebih dahulu kau harus memahami cara mempergunakannya."

"Tetapi, apa yang harus kulakukan?" tanya pemuda itu. "

Pasti ada sesuatu yang kau rasa ingin kau lakukan?" kata orang bijaksana itu. 

"Aku ingin membebaskan jin itu agar ia bisa memberiku pengetahuan ajaib atau mungkin gunungan emas, dan lautan jamrud, dan semua pemberian lain yang biasa diberikan oleh para jin."

"Harapanmu itu tidak akan terjadi," kata sang guru, "Sebab ketika jin itu dibebaskan, ia mungkin tidak akan mengabulkan keinginanmu itu atau mungkin ia akan memberikannya tetapi mengambilnya kembali karena kau tak punya cara untuk melindungi para jin, belum lagi petaka yang bisa saja menimpamu ketika kau melakukan sesuatu serupa itu. Sebab, manusia hanya bisa mempergunakan sesuatu yang ia ketahui penggunaannya."

"Kalau begitu, apa yang seharusnya kulakukan?'

"Mintalah jin itu sebuah contoh pemberian yang bisa ia berikan. Mintalah cara menjaga pemberian itu dan ujilah caranya. Mintalah pengetahuan, jangan barang milik, sebab milik tanpa pengetahuan adalah sia-sia, dan itulah penyebab semua kekhawatitan kita."

Sekarang, karena telah tepekur dan waspada, pemuda itu bisa menyusun rencananya ketika ia kembali ke gua tempat botol jin itu diletakkan. Ia pun mengetuk botol itu, dan terdengar suara jin itu berkata, "Dalam nama Sulaiman yang Perkasa, damai baginya, bebaskan aku, wahai putra Adam!"

"Aku tak percaya bahwa kau seperti yang kau akui, dan bahwa kau memiliki kuasa seperti yang kau katakan," jawab pemuda itu.

"Kau tak percaya? Tak tahukah kau bahwa aku tak bisa berbohong?" sahut jin itu.

"Tidak, aku tak percaya," kata nelayan itu.

"Lalu, bagaimana aku bisa meyakinkanmu?"

"Tunjukkan padaku kekuatanmu. Bisakah kau mempergunakan kuasa tertentu melewati dinding botol?"

"Ya, tetapi kekuatanku ini tak cukup kuat untuk membebaskan diriku."

"Baik sekali, kemudian kau juga harus memberiku kemampuan untuk mengetahui kebenaran tentang masalah yang ada di pikiranku."

Segera saja, setelah jin itu menggunakan kemampuan gaibnya, nelayan itu pun segera sadar akan sumber petuah tadi yang diwariskan oleh kakeknya. Ia juga menyaksikan seluruh peristiwa pembebasan jin itu oleh kakeknya berpuluh-puluh tahun silam; dan dilihatnya pula cara untuk menyampaikan kepada orang lain tentang bagaimana memperoleh kemampuan serupa itu dari para jin. Tetapi, ia pun menyadari bahwa tak ada lagi yang bisa dilakukannya. Dan begitulah, si nelayan membawa botol itu dan, seperti kakeknya, melemparnya kembali ke lautan.

Pemuda itu pun menghabiskan sisa hidupnya bukan sebagai nelayan, tetapi sebagai orang yang mencoba menjelaskan kepada orang lain, bahaya yang menimpa 'manusia hanya bisa mempergunakan sesuatu yang ia ketahui penggunaannya'.

Namun, karena sedikit orang yang pernah menemukan jin dalam botol, dan tak ada orang bijaksana yang menasihati mereka dalam berbagai hal, penerus nelayan itu memutarbalikkan apa yang mereka sebut 'ajarannya', dan menirukan penjelasannya. Pada akhirnya, penyelewengan itu menjadi suatu agama. Mereka terkadang minum dari botol-botol aneh yang disimpan di dalam kuil-kuil mahal dan serba megah. Dan karena mereka mengagumi kelakuan pemuda nelayan itu, mereka berusaha keras untuk menyamai perbuatan dan sikapnya dalam segala hal.

Kini berabad-abad kemudian, bagi para pengikut agama tersebut, botol itu tinggal lambang suci dan menyisakan misteri. Mereka mencoba saling menyayangi hanya karena mereka menyayangi nelayan itu. Dan di tempat nelayan itu mereka menetap dan membangun sebuah gubug sederhana. Mereka memakai pakaian dan perhiasan bagus-bagus, serta melakukan ritual yang rumit.

Mereka tak tahu bahwa para pengikut orang bijaksana itu masih hidup, demikian pula anak-cucu nelayan itu. Botol kuningan itu pun tetap tergeletak di relung samudera dan jin itu tertidur di dalamnya.

Kisah ini, dalam satu versi, sangat dikenal oleh para pembaca Arabian Nights. Bentuk yang ditampilkan di sini menunjukkan pemanfaatannya oleh para darwis. Perlu dicatat bahwa 'pengetahuan yang diperoleh dari jin' dalam cara yang mirip dikatakan sebagai sumber dari kekuatan yang dimiliki oleh Virgil yang Mempesona dari Abad Pertengahan, di Naples; dan juga Gerbert, yang menjadi Paus Sylvester II pada tahun 999 SM.

Diatas Altar Sang Garuda

Kuberdiri dengan tegar.
Dibawah terik sinar Sang Surya.
Diatas tanah yang aku perjuangkan.
Untuk kemerdekaan.
Dengan bambu runcing ini ditanganku.
Dan sedikit semangatku yang tersisa.
Aku dalam kepungan
Para penjajah bangsaku sendiri.
Indonesia...
Lihatlah kemiskinan ketika perut
Menjadi lapar.
Petinggimu yang rakus oleh kekuasaan.
Menelanjangi kami dari kemelut
Dan susahnya kehidupan.
Indonesia...
Lihatlah Kesehatan.
Ketika terbaring pesakitan.
Kami hanya menunggu jam
Bagaimana cara kita mati
Tanpa perawatan
Indonesia...
Lihatlah pendidikan.
kamipun membelinya di bangku sekolah
Sampai perguruan tinggi dengan
Bayaran yang mahal.
Dengan resiko banyaknya pengangguran.
Hari ini aku bersumpah
Diatas Altar Sang Garuda.
Atas nama darah para Pahlawan
Yang tewas dalam perjuangan.
Dengan bambu runcing ini
Kami akan menghukumu.

KAYU KABOA SANCANG BAGIAN GALIH MATI NGURAK






Kisah Kaboa


Saksi Siliwangi
Termasuk kayu kaboa yang dipercaya mengandung tuah khusus. Tuah “maung Sancang”. Jenis kayu mirip bakau ini, konon hanya tumbuh di hutan Sancang. Itu pun terbatas di sekitar muara Sungai Cipareang.
Menurut Mang Andan — salah seorang narasumber folklor (ceritera rakyat) Kab. Garut untuk Tahun Buku Internasional Unesco, tahun 1972 — kayu kaboa menjadi saksi utama perjanjian antara Kiansantang dengan Prabu Siliwangi. Sambil memegang sepotong kayu kaboa, Prabu Siliwangi menyatakan kepada Kiansantang bahwa dirinya tidak akan dapat mengikuti ajakan Kiansantang karena akan “ngahiang” (lenyap tanpa bekas) bersama anak buahnya yang setia.
“Setelah ngahiang, Prabu Siliwangi kadang-kadang menampakkan diri dalam wujud harimau putih dan menghuni Guha Garogol di tengah hutan Sancang. Para nelayan sering melihat harimau putih itu pada senja hari sedang ngadakom di puncak Karang Gajah. Karang tinggi besar di pantai curam penuh gelombang, sebelah timur muara Sungai Cipangisikan. Para pengikutnya berubah menjadi harimau belang memanjang,” kisah Mang Andan.
Harimau belang memanjang inilah yang disebut “Maung Sancang” dan suka “bersemayam” di kayukaboa. R.H. Mohammad Affandi, dalam bukunya “Bandung Baheula” (1969), bercerita tentang seorang penggemar tongkat. Dari ratusan tongkat miliknya, ada sebuah yang terbuat dari kayu kaboa. Tiap malam Jumat, tongkat itu sering menimbulkan suara gaduh.
Waktu dicoba diintai, di ruang peyimpanan tongkat, tampak sesosok tubuh berbulu sedang duduk-duduk santai. Seekor harimau. Keesokan harinya, pemilik tongkat mendadak sakit keras. Atas anjuran seseorang, ia harus menjual atau memberikan tongkat kayu kaboa itu jika ingin segera sembuh. Tentu saja, anjuran itu dituruti. Selain ingin sembuh, ia juga takut jika di rumahnya ada tongkat “persemayaman” harimau.
====================================================================================================
Adapun kisah lain dituturkan oleh  USEP ROMLI HM Penggerak Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Raksa Sarakan di Pedesaan Kecamatan Cibiuk, Garut.
Idiom kawas badak Cihea sering muncul untuk menggambarkan seseorang berjalan bergegas, terburu-buru, tanpa melihat kiri dan kanan. Cihea adalah sebuah kawasan hutan dan perkebunan di Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur. Di situ, konon pernah ada sebuah kerajaan kecil bernama Susuru, sezaman dengan Kerajaan Pajajaran yang berpusat di Pakuan (Bogor).
Sisa-sisa gambaran Kerajaan Susuru, walaupun belum terbukti secara arkeologis, masih tampak hingga sekarang di sepanjang aliran irigasi Sukarama yang berhulu di Sungai Cisokan. Sisa-sisa tersebut, antara lain, berupa lapangan yang disebut alun-alun dan tampian (tempat pemandian).
Hutan Cihea sendiri sudah lenyap ditelan perkembangan pembangunan, apalagi badak penghuninya. Masih untung tercatat dalam babasan yang masih agak terpelihara turun-temurun.
Hutan lain yang dihubungkan dengan satwa badak adalah Cipatujah di Kabupaten Tasikmalaya. Sebuah personifikasi berbunyi kawas diseupah badak Cipatujah menggambarkan keadaan benda yang hancur tak bersisa, hanya tinggal seupah (sepah) atau ampas. Seperti badak Cihea, badak Cipatujah pun sudah lenyap tak berbekas.
Badak di bagian selatan Garut mungkin bernasib lebih baik daripada badak Cihea dan badak Cipatujah, paling tidak mengacu pada informasi pengarang Sunda terkenal, Muhammad Ambri, dalam bukunya Numbuk di Sue yang diterbitkan pertama kali oleh Balai Pustaka pada 1939. Di situ Ambri mengisahkan anak-anak sekolah dari Bandung yang berwisata ke Pantai Cilauteureun, Samudra Hindia.
Sejak keberangkatan dari Bandung, selama di perjalanan dari Cisompet ke laut hingga kepulangan kembali, mereka selalu dirundung malang. Salah satu penyebabnya adalah acara perburuan badak yang dihadiri Kangjeng Dalem (bupati) sehingga semua kuda tunggangan di tepi desa dan kecamatan terpakai oleh para camat dan kuwu yang ikut berburu.
Kehebatan profil badak dan kegaduhan para pemburunya diper-oleh tokoh kuring dari Suanta yang menjadi gundal (pembantu) Juragan Camat yang mendampingi Kangjeng Dalem. Numbuk di Sue merupakan karya fiksi, tetapi cukup akurat mengungkapkan keadaan alam tahun 1930-an yang masih serba sederhana dan lingkungan alamnya masih terpelihara. Karena itu, masih banyak rawa di tengah hutan tempat pangguyangan badak. Leuweung Sancang
Kawasan selatan Garut memang memiliki hutan legendaris, yaitu Leuweung Sancang. Banyak kisah mengandung kepercayaan (mitos) yang menganggap Sancang sebagai tempat tilem (menghilang) Prabu Siliwangi. Menurut cerita rakyat yang berhasil dikumpulkan oleh panitia Hari Buku International Indonesia yang diprakarsai Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) pada 1972, Prabu Siliwangi mubus (kabur menyelinap) ke arah selatan karena dikejar-kejar anaknya, Kiansantang, agar masuk Islam.
Tiba di Hutan Sancang, ia bersama pengikut setianya menghilang. Prabu Siliwangi mindarupa (berubah wujud) menjadi harimau putih, sedangkan pengikutnya menjadi harimau belang manjang yang disebut maung Sancang. Warna garis-garis hitam horizontal yang memanjang dari arah kepala ke bagian ekor membedakan maung Sancang dengan maung Lodaya, penghuni asli Sancang yang bergaris-garis hitam vertikal.
Konon harimau putih jelmaan Prabu Siliwangi bersemayam di sebuah goa besar bernama Guha Garogol dan sesekali merenung menyendiri di puncak Karang Gajah di dekat muara Sungai Cikaingan. Adapun maung Sancang mendiami rumpun-rumpun kayu kaboa, sejenis pohon bakau, yang hanya terdapat di pantai Samudra Hindia kawasan Sancang.

Dengan melibatkan banyak orang di sancang garut kita hadirkan Galih Kaboa Sancang mati ngurak. Tersedia Tongkat jalan, Tasbih, gelang dan mata cincin.







Bandul Taring
Dengan kalung Titanium
Taring Hitam Galih Gandul kelor Jawa
Taring Coklat Tua Galih Mati Ngurak Kaboa Sancang.

Minat langsung saja ke
Whatsapp/line/bbm/call/sms
* 087841491999
* 082310191999

Whatsapp active: 087841491999

Mail: serpihanserbukjiwa@gmail.com


Galih Mati ngurak
Kayu Kaboa sancang di habitatnya
Langsung dari Hutan Sancang garut.

Minat Gelang, Tasbih, mata cincin dan tongkat Jalan. LANGSUNG saja ke
Whatsapp/line/bbm/call/sms
* 087841491999
* 082310191999

Whatsapp active: 087841491999

Mail: serpihanserbukjiwa@gmail.com

Kaboa Sancang
Minat tongkat jalan, gelang atau tasbih
Langsung saja ke
Whatsapp/Line/Bbm/call/sms
* 087841491999
* 082345623499
Pin BB: 5774c0fd
Atau bisa kunjungi stand galeri
di Piramid Square
Jl. Parangtritis km: 5
Yogyakarta.
Buka setiap hari
Dari jam 12-7 malam
Kalau masih bingung alamat
Silahkan buka google map.
Monggo pinarak lurrr.
Whatsapp active: 087841491999
Mail: serpihanserbukjiwa@gmail.com

KAYU GALIH PISANG EMAS

Kayu galih pisang emas. Galih pisang dalam kondisi keras dan masih kayu seperti ini. Adalah galih yang mustahil bisa terbentuk. Beberapa orang awam akan menanggapinya dengan tertawa, Tapi apa yang tidak mungkin bagi manusia pastilah mingkin bagi Alloh yang maha tinggi.
Pohon pisang dengan bantuan proses alam itu bisa saja terjadi dengan sedikit kemauan berikhtiar 
kepada Alloh dan memohon petunjuk dan memintanya. Insyaalloh pasti terwujud.
Galih pisang emas kita lagi-lagi melibatkan sesepuh kami yang sudah seperti keluarga 
Kyai Bayu. lewat beliau dan kerja keras Jupiter Art Jogja.
Alhamdulillah kami menyediakan Kayu galih pisang emas ini untuk kebaikan sesama. 

Mata cincin kayu Galih pisang Origin
Pulau Dewata Bali. Kayu langka yang sangat susah didapat dihabitatnya. Produk terbatas. Mengandung banyak energi pengasihan dan daya tahan seksual, kharisma dan masih banyak yang lainya
Galih pisang emas sudah terkenal jauh lama dimasa leluhur-leluhur kita
mempunyai Tuah Alam dan Energi
- Pengasihan universal bisa untuk memikat lawan jenis baik pria maupun wanita
- memberikan rasa nyaman dan ketentraman
- lebih disukai dan populer di pergaulan
- memberikan rasa percaya diri dan bersemangat
- Menambah daya tahan seksual buat pasangan
- Dapat melancarkan segala hajat
- Menambah kerezekian dalam usaha dagang
dan masih banyak yang lain. Yang beberapa sahabat supra telah memostingnya digoogle















Galih pisang emas
Ring titanium.
Minat langsung saja ke
Whatsapp/line/bbm/call/sms
* 087841491999
* 082310191999

Whatsapp active: 087841491999

Mail: serpihanserbukjiwa@gmail.com

Atau bisa kunjungi stand Galeri
Serpihan Serbuk Jiwa 
Jupiter Art Yogyakarta di Piramid Square
Jl. Parangtritis km: 5
Yogyakarta.
Buka setiap hari
Dari jam 12-7 malam
Monggo pinarak lurrr.






Galih Pisang emas
Produk terbatas hanya tersedia
Mata cincin saja.
Minat langsung saja ke
Whatsapp/line/bbm/call/sms
* 087841491999
* 082310191999

Whatsapp active: 087841491999

Mail: serpihanserbukjiwa@gmail.com
Atau bisa kunjungi stand galeri
Serpihan Serbuk Jiwa
Jupiter Art Yogyakarta di Piramid Square
Jl. Parangtritis km: 5
Yogyakarta.
Buka setiap hari
Dari jam 12-7 malam.
Kalau masih bingung alamat bisa
Buka google map.
Monggo pinarak lurr...


KAYU GALIH JARAK PAGER

Tumbuhan jarak merupakan tumbuhan yang tidak berserat kayu dan tergolong lunak. Namun ada satu jenis pohon jarak yang memiliki serat kayu yakni jarak ireng atau jarak hitam.  Jarak ireng tergolong langka dan sangat sulit ditemukan.
Di Jupiter Art kita selalu melibatkan banyak orang untuk mendapatkan kayu langka
yang sangat terjamin keaslianya dan terjaga tuahnya.
Dengan bantuan Kyai bayu Dari Pondok pesantren Tebu ireng akhirnya kita berhasil
mendapatkan Kayu Galih jarak. 
Adapun yang kita dapat hanya sedikiti saja tetap kita mensyukuri segala pemberian ALLOH.

Hanya tersedia mata cincinya saja.
untuk order bisa tanyakan dulu ketersediaanya.

TUAH ALAM DAN ENERGI
- mengangkat derajat pemiliknya lebih tinggi di pandangan sosial dan kehidupan
- menjaga dari serangan ilmu hitam
- sifat kanuragan bagi pemakainya yang mempunyai ketajaman indra dan sangat bagus untuk spiritualis.
- menambah kepekaan dan lebih waspada dari ancaman
- ditakuti bangsa jin
- memunculkan sifat pengayom dan pelindung bagi yang lemah
dan masih banyak tuah yang lainya yang sudah diposting di google oleh para sahabat dan praktisi Supra.







Mata cincin galih jarak pager
Stock terbatas.
Minat langsung saja ke
Whatsapp/line/bbm/call/sms
* 087841491999
* 082310191999

Whatsapp active: 087841491999

Mail: serpihanserbukjiwa@gmail.com
Atau bisa datang dan kunjungi
Stand galeri kami Serpihan Serbuk Jiwa
Jupiter Art Yogyakarta di Piramid Square
Jl. Parangtritis km: 5 yogyakarta.
Buka setiap hari dr jam 12-7 malam
Monggo pinarak lur.


Selasa, 09 Agustus 2016

PENDEKAR TROJAN EMAS Chapter 25

PENDEKAR TROJAN EMAS

Chapter 25
SEKAR JAGAD KIRANA

Ponselku berbunyi...
Haduh ini Ayah menelfon.
Sedangkan aku bersama pak Polisi dengan
Kasus tabrak orang ini.
Aku sangat lelah dan sangat capek
Mengurus masalah ini.
Apakah Ayah sudah tau perihal
Kejadian ini.
Astaga...
Baik aku akan angkat telfonya.
Iya ayah... Jawabku di ponselku.
Sekar biarkan Ayah berbicara dengan
Pak polisi yang bersama denganmu.
Gila ayah memang sudah tau...
Astaga...
Lalu kuberikan ponsel itu ke Pak Polisi
Yang sedang menanyaiku.
Pak Ayah saya mau bicara kataku
Dengan pak polisi yang sedang
Menangani kasusku.
Kata pak polisi di ponselku.
Iya pak siap pak...
Maafkan kami pak kami sangat tidak tau
Kalau Sekar Anak Bapak.
Siap pak... Iya pak....
Kemudian polisi itu memberikan ponselku
Sambil berkata.
Maaf mbak Sekar
Kami sangat tidak tau kalau
Mbak anak Pak Chakra Geni
Mbak akan kami kawal pulang kerumah
Dengan iring-iringan biar cepat sampai dirumah mbak.
Ini perintah dari Bapak.
Sekali lagi maafkan kami mbak.
Sangat tidak mudah menjadi aku.
Anak satu-satunya pemimpin negri ini.
Lalu bagaimana dengan orang itu yang
Aku tabrak pak polisi.
Serahkan pada kami mbak biar kami
Yang mengurusnya.
Yang penting perintah dari bapak.
Mbak harus pulang dulu kerumah.
Baiklah kalau itu maunya.
Tapi tolong kabari aku perkembangan orang itu. Dan satu lagi Pedang yang dibawa orang itu dimana Pak polisi.
Biar aku yang membawanya.
Iya mbak pedangnya akan saya berikan
Tapi mbak Sekar harus pulang.
Iya pak polisi.
Pak Presiden Chakra Geni dengan cemas menunggu kedatangan anaknya.
Sampailah Sekar Dirumah.
Sekar kamu tidak apa-apa nak...
Teriak Pak Chakra.
Tidak ayah aku baik-baik saja kok.
Cuma orang yang aku tabrak Ayah
Kasian dia dirumah sakit.
Kondisinya parah.
Kenapa bisa terjadi hal ini nak
Entahlah yah aku ingin istirahat.
Aku sangat lelah.
Baiklah pergilah dikamarmu dan beristirahatlah.
Biar ayah yang mengurus semua ini.
Kemudian sekar pergi ke kamarnya.
Sekar maafkan Ayah.
Sungguh berat bagi ayah membesarkanmu
Tanpa seorang Ibu.
Coba ibumu masih hidup saat ini.
Gumam dalam hati pak Chakra.
Ibu seandainya engkau masih hidup
Engkau pasti akan jauh membuatku lebih tenang ibu. Gumam Sekar didalam kamarnya sambil memandangi foto ibunya.
Kembali ke Vegetable Kingdoom
Ketika Kunci Yerusalem berhadapan dengan. Apple dan Orange...
Dengan tangan dan kakikanya terbelenggu.
Apa maksudmu Dengan perkataanmu itu
Sang Kunci...???
Hahahahah...
Tertawa terbahak yang memenuhi ruangan.
Tidakkah engkau tau
Disini kita berdiri
Menatap Langit yang sama
Tanah yang sama.
Udara yang sama
Air yang sama
Lalu dimanakah masa lalu
Dan masa depan...???
Bicaramu sangat tidak masuk diakal
Apa maksudmu Sang Kunci...???
Jangan berbelit-belit kamu ini tahanan
Penjaga Cambuk dia...
Tahan Apple teriak Orange...
Biarlah aku yang berbicara denganya.
Akupun berdiri dari tempat duduku
Kemudian mendekatinya.
Aku berkata.
Dimana Pangeran Jambu bisa kita
Temukan kalau dia memang masih hidup
Sedangkan badanya ada di istana ini...???
Akan kutunjukan dimana dia berada dengan Pedang Mimpi Buruknya itu.
Asal lepaskan semua belenggu pada tubuhku ini hahahaha......
Kata Sang kunci Pada Orange...
Orangepun lalu pergi meninggalkan Sang kunci dan berkata pada Apple...
Apple ikut aku...
Penjaga bawa masuk kembali tahanan ini.
Sambil pergi berjalan meninggalkan ruangan itu Apple mengekor dibelakang Orange.
Orange mau kemana kita...
Pembicaraan belum selesai dengan orang
Itu Orange.
Ayo kita kembali menanyainya...??
Pembicaraan sudah selesai Apple.
Apalagi yang akan dibicarakan.
Waktunya menghadap Kaisar.

PENDEKAR TROJAN EMAS Chapter 24

PENDEKAR TROJAN EMAS

Chapter 24
PELUHKU MENGALIR
BIBIRKU TERDIAM
MELIHATMU MATI.


Peluhku mengalir bibirku diam
Apakah engkau sudah mati...??
Kumatikan mobil yang kunaiki.

Kubuka pintunya dan melihat kondisi.
Orang yang sudah kuhantam dengan mobil.
Terlempar hampir 3m jauhnya.
Dikecepatan tinggi mobilku.
Darah berceceran dijalanan yang sepi jam 2 pagi. Apa yang harus aku lakukan.
Melihat darah yang begitu banyak aku mencoba tenang.
Kutenangkan diriku...
Baiklah aku akan menelfon rumah sakit terdekat.
Untuk kemari....
Kuambil Handphoneku lalu aku menelfon
Rumah sakit terdekat.
Kemudian kudatangi orang yang kutabrak itu. Astaga aku menabrak seorang pengemis. Bajunya tampak sobek-sobek.
Tapi kenapa pakainya tampak aneh...
Kucoba melihat detak jantungnya kupegang urat nadi dan dadanya...
Ya Tuhan orang ini sudah mati.
Setelah beberapa lama berselang akhirnya datang ambulan dan membawanya ke Rumah Sakit. Akupun ikut diambulan itu dan kutinggalkan mobilku.
Seorang Suster berbicara.
Kenapa dengan orang ini Ibu...???
Aku menabraknya...
Jalanan begitu gelap dan aku sangat kaget melihat orang ini ditengah jalan
Dimobilku yang kencang.
Kemudian aku menabraknya.
Astaga ibu orang ini tidak bernafas.
Suster di mobil ambulan itu membantunya dengan alat-alat kedokteran membuat detak jantungnya kembali.
Didalam perjalanan ke Rumah Sakit
Entah apa yang terjadi.
Ada sebuah pedang yang menyala biru
Ditangan orang itu dan tidak mau lepas
Dari genggaman tanganya.
Pedang itu kemudian menyala sangat terang sekali kebiruan dan disitulah orang
Itu bangun sebentar dengan muka kaget kemudian pingsan.
Alangkah terheranya kami semua dimobil ambulan itu melihat kejadian aneh ini
Dan disitulah orang ini kembali hidup.
Sesampainya di rumah sakit kuselesaikan semua administrasi. Kemudian akupun menitipkan pada dokter orang itu sementara polisi menungguku untuk membuat laporan.
Betul-betul hari yang buruk.
Silahkan duduk ibu.
Kata pak Polisi.
Ibu sekarag menjadi tahanan kota dan
Harus melapor setiap hari.
Dan akan diteruskan ke pengadilan setelah
Orang itu sembuh.
Siapa nama Ibu...???
Namaku Sekar pak polisi
SEKAR JAGAD KIRANA.
Kita tinggalkan sejenak
Sekar dengan pak Polisi
Kita kembali ke Vegetable Kingdoom
Sepertinya Orange dan Apple mendapat
Petunjuk.
Penjaga bawa Kemari
Sang Kunci dari Yerusalem itu...
Kata apple
Baik Jendral...
Aku yakin Orange...
Orang ini menyembunyikan sesuatu.
Bukankah dia juga ada disana
Di hari dimana Pangeran Jambu
Dihujani panah-panah itu...
Iya Apple mudah-mudahan orang ini mau bicara...
Kemudian masuklah Sang Kunci
Dengan wajah tertunduk sambil tertawa
Hahahahaha....
Kenapa kau tertawa kata Apple..???
Kemudian dia menjawab...
Pedang Mimpi Buruk...
Sebuah pedang Malaikat
Yang membuat pemiliknya
Mampu menembus ruang dimensi
Dan membuatnya hidup kembali
Meskipun dia sudah mati...
Sambil mengangkat mukanya memandangi Apple dan Orange

Rabu, 22 Juni 2016

THE LEGENDARY MYSTICAL RARE WOOD ON EARTH By Jupiter Art Yogyakarta (Kayu Langka Bertuah)

Jupiter Art Yogyakarta powder or flakes Soul Jupiter Art Yogyakarta
provide Miscellaneous Wood Species All Indonesia.
Rare wood auspicious highly sought after and hunted lover even lover
in Foreign Affairs. Wood containing Natural Tuah so safe to use and helpful
the wearer's intent purposes, desires and ideals.
The wood is very hard to find in their habitat with many possibilities
of natural factors or already extinct population is very little.
And even highly protected by the government.

Jupiter Art in Yogyakarta we will not be alone for get it. We involve many parties to the collections of our rare wood. Because it is difficult and it is difficult to hunt. We also in cooperation with the experts of wood, elders and even the scholars in religious can vouch for the authenticity of wood Such. As we engage Mbah Merapi. Merapi authorities or elders there who know exactly where the locations are wooden. Even on the plains of the most high. Sometimes Mbah Merapi using a rope to climb the help of some of his men. Very, very dangerous. Similarly, the elders timber experts jogja our respective help assess the authenticity of wood like Kanjeng Seto, Mbah Sepi, Kangmas Teguh Both wood experts is that once together late Dr. Budihardono wood experts UGM been jointly preserve the culture of rare wood in Yogyakarta. Then Munculah me as his successor. Similarly, the Pak Parman in Imogiri.
who participate and help smooth Wood Rare Us.
Then Kyai Bayu From Pondok Pesantren Tebu Ireng and Habib Ahmad Daud. Were checked for natural Tuah, Usefulness and usability Wood Such, they are also a lot of help to the discovery of our wood is scarce.
For each timber Rare Jupiter Art Yogyakarta we make it as natural as possible.
Without any engineering or chemical intervention lethal Tuah timber. As said by Mbah Merapi and Kyai Bayu. Wood auspicious step in Jupiter Art Yogyakarta is very ugly to see me so admit it. But we make it as natural as possible we direct our cemplong made a bead lathe or display, visible Therein Naturality wood. If the wood is soft will look the difrence, when wood was hard to be seen violence and fiber. Without our engineered wood with a clear coloring, spray timber, wood polish, rub the wood or we polish with polish MAA, can make so pretty and shapely. Precisely in our Rare Wood will look like a virgin girl who can not dress up. When she must dress the virgin girl is very beautiful. That's rare in our wood. Not pretty edits.

We at Jupiter Art Yogyakarta provide Tabih, bracelets, rings eye with a bandage titanium or silver Kotagede with 925 levels and kinds of carvings such as Carve Hobo, emblem of Garuda Pancasila, tigers and others. Here we cooperate with silversmith in Kotagede fronted by Mas Arif. We also make a variety of the baton from various rare woods. And various other crafts such as boxes Kanthil, smoking pipes, or furniture from rare wood such as tables, chairs sataupun wardrobes, also made various sculptures with rare wood. For our statue cooperation with friends at The Institution of art Indonesia (ISI).
In addition we also provide the elderly with a bandage Tosan Aji Rare Wood. Like a dagger, spear, or weapons Jimatan indigenous regions in Indonesia that which we combine with a variety of rare wood in us. Besides that we also sell natural stone products from Sulawesi Indonesia, East Java, West Java and throughout Indonesia. We also makes suizeki art for your home interior. There is also a collection of bronze sculptures and mixed findings or collections that we maharkan. Like the statue of gods, Meriam Voc and others.


to know the variety of products we can check here in our blog
Flakes Powder Soul or join in
BBM, Line, Google Plus, Facebook, or at the Open Stalls.
to update us do every day in fuel.
Fast Response / or question and answer Product information
A special concern for all
* 087841491999
* 082310191999
* 082345623499

Whatsapp active: 087841491999
Mail: serpihanserbukjiwa@gmail.com

 or can visit our Stand at Pyramid Gallery Square
jl. Parangtritis km: 5
Yogyakarta. Not far from the South Ringroad.








 This is an example image of various types of rare wood-containing mystical properties. And many more others. Please call the number below



















































to know the variety of products we can check here in our blog
Flakes Powder Soul or join in
BBM, Line, Google Plus, Facebook, or at the Open Stalls.
to update us do every day in fuel.
Fast Response / or question and answer Product information
A special concern for all
* 087841491999
* 082310191999
* 082345623499

Whatsapp active: 087841491999
Mail: serpihanserbukjiwa@gmail.com

 or can visit our Stand at Pyramid Gallery Square
jl. Parangtritis km: 5
Yogyakarta. Not far from the South Ringroad.


Various rare wood craft auspicious in Jupiter Art Yogyakarta and many others as a collection of rare indigenous weapons like kris, Badik, antique swords and others also have antique sculptures and natural stones Indonesia




















































































The people behind the scenes, supporters, friends, family, employees and beloved customers
























































































































order and shipping packages














































































to know the variety of products we can check here in our blog
Flakes Powder Soul or join in
BBM, Line, Google Plus, Facebook, or at the Open Stalls.
to update us do every day in fuel.
Fast Response / or question and answer Product information
A special concern for all
* 087841491999
* 082310191999
* 082345623499

Whatsapp active: 087841491999
Mail: serpihanserbukjiwa@gmail.com

 or can visit our Stand at Pyramid Gallery Square
jl. Parangtritis km: 5
open everyday in 12 am until 7 pm
Yogyakarta. Not far from the South Ringroad.
can check with google map
keyword: serpihan seruk jiwa