Sabtu, 28 November 2015

TOMBAK LAJU ANGIN Bait 2

Kupasang busur
Tombak laju angin.
Di iringi desiran badai.
Kutancap kakiku
diatas tanah nurani.
Berharap ada menopangku
dengan kedua tanganya
apabila harus terjatuh.
Kubawa lilin kehidupan
Kupersembahkan buat
patung batu putri impian.
Mengharap jalan yang terang
yang adalah jalanku.
Meskipun harus merangkak
dan jatuh saat berdiri.
Dengan sisa tenagaku
Dengan sebelah kakiku
yang terpotong.
Kuambil panah
busur yang terakhir
Ini tombakku
Istana langit dan semua
penghuninya harus mati
Ditanganku.