Rabu, 04 Juni 2014

MEMBAKAR LANGIT YANG PERTAMA

MEMBAKAR LANGIT YANG PERTAMA


Kubawa sebuah Dian
tuk mencari dimana
keberadaanmu.
Di kegelapan
aku mencari jawaban.
Tentangmu
kisahmu
yang tak akan
pernah habis.
Waktu terus berputar
lihatlah aku...
Seperti tubuh
tanpa tulang.
Memikirkan apa yang
telah terjadi.
Ini berat
menguras perasaan.
Aku lelah
aku ingin keputusan.
Hari ini juga
Malam ini juga
Detik ini juga.
Atau aku akan
Membakar Langit.

DISEBELAHKU SEBUAH JAM TERUS BERGERAK



DISEBELAHKU SEBUAH JAM TERUS BERGERAK


Sampai mata terpejam
lalu bangun tak akan
habis untuk memikirkanmu.
Kegelisahan merantai
hati yang sepi tanpamu.
Seperti inikah saat kita
tidak tinggal bersama???
Otakku mengalami tekanan
bertanya sedang
apa dirimu disana.
Dengan siapa??
Garis yang samar
apa mungkin terbentuk
lukisan cinta.
Kata demi kata
begitu mudah terlontar
begitu saja dari mulutmu.
Seperti seorang Pujangga
yang dimabukkan oleh
anggur-anggur kebohongan.
Bicara denganmu
tidak memutuskan apa-apa.
Yang aku tahu
disebalahku sebuah jam
terus bergerak melawati
batas-batas waktu.
menunggu waktu yang tepat
sampai aku bangun dari
mimpi buruk ini.

AKU MENCINTAIMU

AKU MENCINTAIMU



Aku mencintaimu
dengan tulus dan apa adanya
Seperti saat turunya hujan
aku meneduhkanmu dengan
dedaunan dari pohonku
yang rindang.
Aku mencintaimu
dengan hati dan kesetiaanku.
Seperti seorang prajurit
yang siap mati
untuk rajanya.
Aku mencintaimu
lewat lembut bisikan
terpancar kuat tatapan
tanpa sebuah kata-kata
agar engkau mendengar
setiap detak didalam
jantungmu aku ada.

AKU MASIH SAMA SEPERTI DULU

AKU MASIH SAMA SEPERTI DULU


Sesalkan apa yang
telah terjadi
meskipun berat jalani
Cinta tak mengenal
kata lelah.
Disisihmu aku hidup
disampingmu aku damai
dihatimu aku berada.
Jalani semua kisah
lalui sebuah cerita
Dihadapan Matahari
Dihadapan Bulan
Kubuat sebuah janji
Apabila esok aku akan mati
usap tangisnya lalu
katakan padanya.
AKU MASIH SAMA SEPERTI DULU

BEGINIKAH SEHARUSNYA CINTA

BEGINIKAH SEHARUSNYA CINTA



Malam melukis
Ribuan bintang di langit.
Satu tahun
Sudah berlalu.
Tanpamu disisih.
Awalnya cinta
Akhirnya menjadi benci.
Api telah membakarku
Dengan panasnya masuki
Setiap celah-celah nadiku.
Tidak seperti dulu
Kini aku adalah tawan iblis.
Rantai mengikat dileherku
Seperti anjing penjaga
Dengan sorot mata yang tajam siap membunuh.
Tak ada lagi tawaran untuk
Hati yang telah tersakiti.
Beginikah seharusnya cinta???
Seolah engkau menganggapku paham
Tentangnya dan mulai berfikir oleh karena itu
aku menyombongkanya.
Mengertilah....
Cinta bukan dari kata-kata
Cinta bukan dari janji-janji
Sehingga dengan mulut
Manismu mengumbarnya
Seakan-akan itu adalah dasar
Dari jawaban segala
kegelisahan dan keraguanmu
Tuk dapat kau miliki.
Cinta itu seperti
Taburan benih-benih cahaya
Setitik terangnya mampu
Menerangi seluruh jiwamu.
Tanpa harus engkau pahami
Lewat kata-kata
Cukup engkau rasakan
Saat dia duduk bersemayam
Dilubuk hatimu.

DI POJOK SANA

DI POJOK SANA



Matamu adalah
Sebuah mata yang semu.
Saat dunia mulai merabunkanya dengan
Warna-warni kemewahan.
Tempat dimana gelak tawa
Pesta pora.
Kuarungi ribuan masa
Kujelajahi ribuan makna
Tidak ada yang seperti dirimu.
Yang menjalani hidup
Tanpa takut akan hari esok.
Coba tutup kedua matamu
Didalam kegelapan
Tepat didepan matamu
Dipojok sana...
Ketika tiga hari yang lalu
Aku mati terbunuh
Karena mencuri.

INILAH KISAHNYA

INILAH KISAHNYA





Kusandarkan perahuku.
Kususuri jalan setapak
jalan tempat menuju
puing-puing reruntuhan
kerajaan Mataram.
Setibaku disana
seorang guru besar
trah Panembahan Senopati.
Menyambutku
dengan karangan bunga Wijayakusuma...
Dibawaku
menjelajah menyusuri
pantai elok nan indah
Rumah megah istana air
Bunda Ratu.
Lalu saat aku menatap keatas
Aku melihat Syech maulana maghribi
sedang berbicara dengan Wali songo
untuk membunuh Syech siti Jenar
Sampai munculnya

Raja berwibawa 


di Selogilang. 


darinya terlahir Sultan Agung.


Disinilah awal perjalanan


yang baru


Dan inilah kisahnya...

PERJUANGAN TERUS BERLANJUT

PERJUANGAN TERUS BERLANJUT



Menghitam tanpa sebab.
Seperti apa aku dulu.
Didalam kasih aku
dipeluk.
Dibesarkan oleh tangis
air mata kehidupan.
Diberi air minum
susu terbaik bumi ini.
Diberi roti
makanan buatan
Dewi-dewi.
Sejauh apa jalanku
tidak ada satu
orangpun tau.
Diatas gunung di
Bukit Bambapuang.
Saat aku berhadapan
dengan Tomanurun Tambora
Langi dan Tomanurun
Manalepong Bulan.
Aku diajar awal peradaban.
Sampai di Lakiung
saat Syech Yusuf muda
bertemu tiga Datok
di danau Mawang.
Aku menemukan
ajaran Khalwatiah.
Menuju Fort Rotterdam
seorang Malombasi
daeng Mattawang.
Dengan gagah berani
mengusir tiga ribu
pasukan belanda
Yang datang
dari Batavia.
Disitulah aku sadar
Bahwa perjuangan
terus berlanjut
dan tidak berhenti di sini.

Selasa, 05 Februari 2013

Tombak Laju Angin


Kupasang busur 

Tombak laju angin.


Di iringi desiran badai.


Kutancap kakiku

Diatas tanah nurani.

Berharap Ada menopangku 


dengan kedua tanganya 

apabila harus terjatuh.

Kubawa lilin kehidupan

Kupersembahkan buat patung batu 


putri impian.

Mengharap jalan yang terang 


yang adalah jalanku

Ustadz Cabul itu Ustadz Lahayya

Beberapa bulan yang lalu di Wilayah Makassar lebih tepatnya di pasar Cidu dekat jalan Tinumbu di hebohkan dengan peristiwa yang sangat memalukan.
Sosok seorang ustadz ini sepintas sangat meyakinkan dengan caranya berdakwah diatas mimbar
cara ceramahnya yang sungguh berlandaskan Alquran pantas diacungi jempol secara ustadz ini adalah Imam Besar di suatu Masjid di jalan Pelita Raya dan juga sebagai dosen Unismuh.
Ustadz Lahayya adalah ustadz yang telah berkeluarga dan mempunyai dua orang anak laki-laki.
Sepeninggal istri pertamanya karena sakit dia menikahi keponakannya sendiri yang masih dibilang saudaranya sendiri.
Tapi sangat disayangkan ustadz lahayya yang seharusnya menjadi panutan dan menjadi suri tauladan buat umat melakukan perbuatan yang sungguh dilarang Agama.
Membawa kabur Istri orang lalu menikahinya.
Begini kisahnya....
Pada suatu hari ustadz ini berguru pada sebuah pengobatan Alternative di pasar cidu
kegemaranya berguru ilmu-ilmu mistis telah diakui beberapa orang termasuk saudara-saudaranya yang bekerja disalah satu rumah makan besar di Makassar.
Usatadz kelahiran Enrekang, Sulawesi Selatan ini menetap di Makassar disamping Masjid yang olehnya diberikan tanggung jawab menjadi imam besar.
Entah setan apa yang merasuki ustadz ini atau memang kelakuan bejatnya ini baru ketahuan.
Sampai ustadz ini berbuat zinah dengan istri orang yang bukan Muqrimnya.
Sampai dia membawa kabur dan menikahi perempuan itu yang masih sebagai istri orang.
Perbuatan zinah dan haram ini telah menggemparkan Makassar
apalagi di enrekang tempat kelahiranya.
Perempuan yang telah dia bawa kabur ini menceritakan kisahnya...
Pada dasarnya dia tidak ada niat untuk menikahi Ustadz ini karena pengaruh ilmu hipnotis dan guna-guna akhirnya luluh juga hati perempuan berinisial An.
An menceritakan kronologis kejadian saat dibawa ke daerah toraja untuk dinikahi.
Karena pengaruh hipnotis dan guna-guna perempuan ini cuma mengiyakan perintah-perintah si usatdz.
Seperti seekor sapi yang di cucuk hidungnya perempuan ini menyetujui pernikahan diam-diam tanpa saksi dan wali sampai turunlah buku nikah resmi.
Sungguh memalukan kisah cabul usatdz lahayya banyak sekali pelanggaran yang dia perbuat yang melenceng dari ajaran Agama Islam.
Perzinahan, Musyrik dan lain sebagainya ini tidak bisa ditolerir.
Berhubung Ustadz lahayya ini masih berkeliaran di luar sana jadi saya menyarankan untuk berhati-hati nila bertemu dengan Ustadz ini.
WASPADALAH.......................................!!!!!!!!!!!!!!!!!!




                                     ( Ustadz Lahayya Dan kedua Anaknya)